Sepuluh Desakan Solidaritas Awam Katolik, Menyikapi Konflik Bersenjata di Papua

Sepuluh Desakan Solidaritas Awam Katolik, Menyikapi Konflik Bersenjata di Papua

Jayapura-Suara Fajar Timur.com. SOLIDARITAS Awam Katolik Peduli Kemanusiaan di Tanah Papua yang berhimpun dalam Kerawam Keuskupan Jayapura dan Organisasi Katolik di Papua diantaranya, Pemuda Katolik, perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia(PMKRI) Komda Papua dan Cabang Santo Efrem Jayapura, Ikatan Cendikiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP) melaui siaran pers yang diterima media ini,Selasa,2 November 2021.
Menyikapi konflik bersenjatan antara TPN-PB dan TNI-Polri di kampung Yokatapa,Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya,Selasa,26 Oktober 2021.
Konflik tersebut menyebabkan Nopelius Sondegau(dua tahun) dan Yoakim Majau(lima tahun). Nopelius akhirnya meninggal. Dan Yoakim dalam perawatan di rumah sakit Timika.
Melalui siaran pers ini, Solidaritas Awam Katolik Peduli Kemanusiaan di Tanah Papua mendesak kepada :
1. Konfrensi Wali Gereja (KWI) untuk menyuarakan permasalahan kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di Intan Jaya.
2. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk segera menarik pasukan militer non-organik yang bertugas di Intan Jaya dan di seluruh wilayah Tanah Papua. Sebab dengan kehadiran mereka telah menimbulkan kekerasan dan pembunuhan terhadap rakyat sipil. Non-organik segera
3. Pelaku penembakan terhadap kedua anak, segera diproses secara hukum.
4. Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) segera lakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak dalam situasi konflik bersenjata di Papua.
5. Para Uskup dan para Pastor yang ada di Tanah Papua untuk membantu mendorong menyuarakan persoalan kekerasan yang terus terjadi di atas Tanah Papua.
6. Seluruh Keuskupan di atas Tanah Papua untuk mendoakan agar dkonflik bersenjatai Tanah Papua segerah berakir dan Papua menjadi tanah yang damai.
7. Seluruh organisasi Katolik yang ada di Tanah Papua untuk bersatu. Bersama dengan para Uskup dan para Pastor menyuarakan dan menentang kekerasan di atas tanah Papua.
8. Pihak TPN-PB (OPM) dan TNI dalam konflik di Intan Jaya untuk tidak mengorbankan rakyat sipil.
9. Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya segera mengambil tindakan.
10. Mendesak TNI/POLRI untuk membangun dialog melalui tokoh-tokoh agama di Papua.
Solidaritas Awam Katolik Peduli Kemanusiaan di Tanah Papua meminta kepada pihak-pihak yang dituju untuk segera mengambil langkah. Jangan terus dibiarkan, rakyat sipil terus menjadi korban
Publisher: Redaktur

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.