Peristiwa Kiwirok-Jangan dibiarkan Berlarut


Pres Riles- Ketua KOMDA Papua-Alfonsa Jumkon Wayap
Jayapura, 28 September 2021
 
SUARAFAJARTIMUR.COM.- KOMDA Papua meminta secepatnya ada tim investigasi yang indepen untuk segera melakukan investigasi. Dikhawatirkan, jika kasus Kiwirok tidak direspon dengan cepat, akan berkepanjangan.
Disampaikan Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua, Alfonsa Jumkon Wayap melalui rilis yang diterima media ini,Selasa,(29/9-2021) di Jayapura. Yang belum lama ini melakukan Pelantikan Pengurus Cabang Pemuda Katolik di Pengunungan Bintang.
“Pasca-peristiwa Kiwirok hingga kini, penurunan pasukan TNI-POLRI terus dilakukan demi pengamanan di wilayah tersebut. Dalam situasi seperti itu, diharapkan warga sipil di wilayah tersebut harus mendapat perlindungan dan perhatian serius.”
Dari pantauan Ketua Komda, sebagian warga Kiwirok sudah mengungsi ke ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang.
“Mereka yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, berjalan kaki dari Kiwirok atas inisiatif sendiri dan tinggal di sanak-saudara. Dan belum dipastikan kembali, apabila kondisi belum kondusif.”
Situasi ini mendapat tanggapan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Pemuda Katolik Komisariat Cabang Pegunungan Bintang, Yusuf Katpum. Yusuf dengan tegas meminta agar Komnas HAM dan tim  investigasi untuk segera melakukan pencarian fakta yang indepen dan secepatnya.  “Kepada pihak-pihak terkait untuk secepatnya mengambil langkah supaya konflik tidak meluas dan berkepanjangan. Pemerintah daerah segera melakukan evakuasi terhadap masayakat sipil ke tempat yang layak serta sisi kenyamanan dan keamanan mereka juga dijamin aman.”
Komda Papua dan Komcab Pegunungan Bintang meminta agar TNI-Polri tidak melakukan tindakan represif terhadap masyarakat sipil. Mereka perlu dilindungai, berikan kenyamanan, agar terhindar dari perlakukan intimidasi dan kekerasan fisik.
Komda dan Komcab meminta kepada kedua belah pihak dalam hal ini pihak OPM dan TNI-Polri untuk tidak melakukan manuver saling serang.
Sangat disayangkan, jika konflik itu terjadi lantaran kepentingan politik  dan masyarakat sipil menjadi korban kepentingan.
Komda dan Komcab Pengunungan Bintang berhap pendekatan keamanan yang tidak saling serang. Proses investigasi dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan.
 
Laporan         : Erik Bitdana

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.