Pater Alfon Van Burn, OFM Salah Satu Pendiri ATK (Akademi Teologi Katolik) di Jayapura

 
Pater Alfon van Nunen, OFM Salah Satu Pendiri ATK (Akademi Teologi Katolik)
 
(*Sdr. Vredigando Engelberto Namsa, OFM
Pater Alfon van Nunen, OFM lahir di kota Tilburg pada 08 November 1922. Ia diberi nama baptis: Bernard Otto, (sapaan akrab dikenal dengan pater Fons). Ia dibesarka di kota yang sama. Keluarganya adalah keluarga katolik yang rama dan saleh. Pembinaan iman kekatolikannya sudah tumbuh dan tertanam dalam hidupnya bersama keluarga asal. Benih panggilan menjadi imam sudah tumbuh ketika ia memasuki masa remaja. Akhinya pada suatu kesempatan, ia menyampaikan niatnya ini kepada keluarga asalnya. Keputusan ini diterimah baik oleh kelurga dan keluarga asalnya memberi persetujuan untuk pater Alfons dididik sebagai seorang calon imam.
 
Ia menempuh studi menengah di Gymnasium B Venray. Setalah menyelesaikan pendidikan tersebut, Pater Alfons memutuskan untuk masuk biara Fransiskan (OFM) di Bleyerheide-Belanda pada 07 September 1940. Ia mengikrarkan kaul kekal dalam persaudaraan Fransiskan di Sittard pada 08 September 1944. Akhir dari semua itu, ia menerima tahbisan imamat di Weert pada 16 Maret 1947. Pater Alfon van Nunen, OFM, meraih derajad magister antropologi di Universitas Sydney Australia 1959.
Riwayat Karya
Sdr. Alfon van Nunen, tiba di Papua dan mulai berkarya setengah tahun di Jayapura pada tahun 1953. Ia menjadi Pastor Paroki Epouto 1953-1955. Menjadi Pastor Paroki Enarotali dan merangkap pengelola sekolah wilayah 1955-1956. Pastor Paroki Moni. Melakukan penelitian untuk meraih gelar magister antropologi 1957-1959. Pengelola Sekolah Pusat di Jayapura 1960-1962. Menjadi anggota Pusat Katolik dengan tugas menerapkan spiritualitas Konsili Vatikan II. Ia mulai berminat mengembangkan bentuk-bentuk baru pendidikan kader 1962-1963. Menjadi Pastor Paroki Abepura. Mengembangkan lebih lanjut bentuk-bentuk baru pendidikan kader.Ia menjadi pendidikan kader ini antara lain adalah perintisan ATK (Akademi Teologi Katolik) di Jayapura dan mendapat pengakuan dari Pemerintah di bawah Departemen Agama Provinsi Papua 1963-1966. Menjadi kepala Bagian Pastoralia Pusat Katolik Interdiosesan 1967-1972. Menjadi Pastor Parko Sang Penebus Sentani 1973. Menjadi dosen STTK (sekarang dikenal eengan STFT Fajar Timur) Abepura 1974-1986.
Masa Pensiun dan Wafatnya
Selama berkarya sebagai dosen, pater Alfons, OFM telah menghimpun ke dalam sebuah koleksi berbagai jenis buku dan manuskrip dan jumlahnya begitu banyak. Koleksi ini dikemudian hari menjadi milik Provinsi Fransiskus Duta Damai Papua dan hendak dikembangkan lebih lanjut menjadi “Pusat Studi Papuana” di bawah naungan STFT Fajar Timur Abepura, kegiatan ini berlangsung dari 1974-2004. Memasuki usia pensiun, pater Alfons, OFM kembali ke Belanda dan tinggal di Warmond, Leiden, Belanda. Di sana ia menghabiskan dan menikmati masa pensiunannya hingga akhir hayat hidupnya. Pater Alfons, OFM ia dikenal sebagai antrpolog (dosen) dan juga sekaligus sebagai Fransiskan (imam).
Pada tanggal 18 Desember 2013, pukul 05.00 pagi waktu Belanda, di biara Fransiskan Warmond – Belanda, Pater Alfons van Nunen OFM dijemput saudari maut badani. Ia akhirnya pergi kembali kepada Dia Sang pemberi hidup dengan tenang. Ia telah pergi untuk selamanya, namun jasa-jasanya terus dikenang. Ia dipanggil Tuhan dalam usia 91 tahun. Ia dimakamkan pada 23 Desember 2013.
 
Mahasiswa Pasca Sarjana STFT “Fajar Timur” AbepuraPapua
Sumber:
Jan Slot, “Fransiskan Masuk Papua, Jayapura; Kustodi Fransiskus Duta Damai Papua, 2012, Jilid I.
———-, “Fransiskan Masuk Papua, Jayapura; Kustodi Fransiskus Duta Damai Papua, 2016, Jilid II.
Provinsi Fransiskus Duta Damai Papua, “Necrologium” (Mereka Yang Sudah Berbahagia), 2019.
 
 
 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.