MEWARTAKAN MISI ALLAH DENGAN PENUH RENDAH HATI

 Fr. Yuven Migani Belau

Alumnus STFT Fajar Timur, sedang menjalani Tahun Orentansi Pastoral (TOP) di salah satu paroki di pendalaman Papua.


Bermisi merupakan suatu tradisi dalam hidup Gereja yang diwariskan oleh Yesus Kristus sebagai kepala Gereja. Oleh karena itu, Yesus memanggil dan mengutus  Para Murid-Nya untuk mewartakan sukacita kasih di seluruh dunia demi keselamatan umat manusia. Bermisi berarti menjalankan dan mewartakan kabar Gembira (Injil) di tengah-tengah umat Allah. Melalui Misi Allah  itu,  mengajak kita semua  untuk bersaksi dan berkorban mewartakan sukacita kasih Injil dan kegembiraan kepada semua orang di dunia.
Mewartakan  kegembiraan dan sukacita Injil itu perlunya bersikap rendah hati. Sikap rendah hati berarti selalu memberikan salam dan menyapa siapa saja entah itu kaya maupun miskin, karena bermisi itu mewartakan sukacita kasih`Kristus kepada semua orang. Pada  intinya mewartakan kabar gembira itu dengan penuh kerendahan hati di realiasikan dalam hidup bersama umat Allah agar mereka melihat dan merasakan sukacita kasih itu dengan penuh bijakasana, berdasarkan pada pangalaman hidup, maka itu pentingnya ditiru dan dipraktekkan dalam hidup bersama maupun personal dengan sungguh-sungguh mencintai Injil.
Mewartan Misi Allah
Mewartakan Misi Allah berarti semua orang dipanggil untuk mewartakan sukacita kasih Yesus Kristus dalam kehidupan bersama, maka itu setiap orang hendaknya selalu setia dan berjuang dalam menjalankan misi Allah itu dalam praktek hidup manusia. Oleh karena itu, mewartakan sukacita kasih Injil  menjadi peta jalan yang sungguh berharga untuk membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis bersama dengan umat Allah, dan sukacita kasih itu harus disebarluaskan ke seluruh dunia. Maka itu kita semua dipanggil untuk  mewartakan dan menyebarluaskan Injil kepada semua umat Allah itu dengan penuh gembira dan rendah hati. Kerendahan hati mengajarkan kita semua melalui Injil untuk bersatu dalam Kristus.
Sukacita kasih Kristus itu akan menjiwai dan hadir dalam hidup entah langsung maupun tak langsung, mereka mengalami dan merasakannya dengan penuh rendah hati atas Roh Kudus. Dan Roh Kudus  hadir dalam hidup mereka atas karya keselamatan itu, dalam hidup berkarya dan mewartakan sukacita kasih Kristus itu dalam hidup manusia. Karya keselamatan itu dinyatakan dalam hidup manusia, untuk mempertemukan nilai kedamaian dan kehidupan yang baru untuk memperoleh keselamatan sejati yang mana diharapakn oleh Yesus Kristus dalam membangun iman yang sesungguhnya dalam hidup menggereja.
Karya  Misi Allah itu hendaknya memiliki tiga point penting dalam mewartakan Injil yaitu memiliki kecerdasan, kegembiraan dan bermisioner. Kecerdasan dalam menjalankan misi Allah itu hendaknya memiliki pengetahuan yang baik dan benar tentang Allah dan mewartakannya dalam kehidupan manusia, agar mausia dapat memahami dan mengerti arti kehidupan dan keselamatan sejati yang sesungguhnya. Kecerdasan itu didukung oleh kegembiraan. Kegembiraan sukacita Injil yang menjiwai dan menyemangati diri manusia untuk dapat menjalankan Misi Allah itu dengan penuh syukur sebagaimana yang diharapkan oleh Allah. Bermisioner berarti semua orang dipanggil untuk membagikan sukacita Injil itu kepada semua orang dengan bersikap rendah hati entah kepada orang kaya maupun miskin. Artinya bahwa semua orang membutuhkan nilai-nilai kedamaian, kesejahteran dan kerukunan melalui sukacita kasih Kristus yang membebaskan.
Sukacita Injil itu merupakan suatu  anugerah kasih Allah yang hidup dan membebaskan. Misioner dapat di dasarkan pada hidup berkorban dan bersaksi sebagaimana manusia dipannggil untuk mewartakan Misi Allah itu, dengan bersaksi tentang Injil Yesus Kristus yang hidup. Hidup itu di dasarkan pada pengalaman hidup akan Yesus Kristus dalam menjalankan Misi Allah sebagai sumber utama dalam mewartakan dan menjalankan Misi Allah itu dengan penuh sukacita. Sukacita Injil itu harus membagikkan kepada semua orang, agar mereka  dapat menghayatinya dengan sungguh-sungguh untuk mempertemukan nilai kehidupan dan keselamatan yang sebanarnya.
Bermisi dan Memberikan Kesaksian
Mewartakan kabar kegembiraan dan sukacita kasih Kristus kepada semua orang berdasarkan pada kesaksian hidup panggilan. Hidup rohani dan pengalaman menjadi suatu kesaksian dalam mewartakan Injil yaitu kasih karunia Allah. Kesaksian hidup panggilan merupakan pengalaman hidup pribadi yang telah ada sejak di panggil.  Oleh karena itu, kesaksian itu hendaknya dapat  membagikan kepada semua orang, bagaimana ia mengalami dan merasakan sukacita kasih Injil itu dalam menjalani hidup bersama orang lain, entah sebagai seorang yang di panggil secara khusus dalam hidup panggilan sehari-hari.
Panggilan adalah rahmat dan anugerah kasih Allah yang terindah bagi semua orang, yang dipanggil untuk mewartakan sukacita Injil dalam hidup dan memaknai sukacita kasih Kristus itu dalam menjalankan Misi Allah. Misi Allah yang diwartakan oleh Para Rasul adalah Misi dan karya keselamatan Yesus. Yesus adalah Injil yang hidup bagi umat manusia, artinya bahwa Yesus adalah Sumber sukacita kasih dan kegembiraan bagi semua orang. Yesus memilih dan memaggil Para Murid-Nya untuk berkarya dan mewartakan Misi-Nya kepada semua orang, teladan-Nya menjadi inspirasi khusus bagi semua umat Allah pada zaman ini, mengapa demikian? karena pada masa kini semua umat Allah di panggil dan dipilih melalui Gereja untuk mewartakan misi Allah di tengah-tengah dunia melalui Pembaptisan.
Pembaptisan melalui Gereja merupakan suatu panggilan hidup dan rahmat  bagi semua orang. Melalui Gereja semua orang dipanggil untuk membangun iman bersama, dengan sukacita kasih untuk memperoleh keselamatan dan kehidupan yang baru sebagaimana yang diharapkan oleh Yesus Kristus Sang Sumber sukacita kasih yang hidup. Melalui karya dan pewartan Misi merupakan sukacita kasih Kristus yang menyelamatkan bagi semua orang. Cinta kasih yang dialami dan dirasakan oleh manusia melalui Gereja merupakan sukacita kasih Yesus yang membawa keselamatan dan kehidupan yang membebaskan. Kebebasan diri diharapakan untuk memperoleh dan merasakan nilai cinta kasih Yesus Kristus  yang membebaskan untuk memperoleh rahmat terindah adalah keselamatan sejati. Keselamatan sejati itu didasarkan pada Yesus Kristus, karena Yesus membawa  kebaikan dan kebijaksanaanNya, dan mewahyukan diriNya kepada manusia supaya dapat hidup bergembira dan bersukacita bersama.
Berbagi Sukacita Kasih  Bersama
Karya pewartaan Misi Allah hendaknya disertai oleh semangat Injil yang membebaskan untuk memperoleh keselamatan sejati. Hidup itu indah ketika manusia saling membagi sukacita kasih bersama, karena dalam kehidupan itu manusia akan memahami dan merasakan dasyatnya nilai Injil yang selalu menjiwai dan mendorong manusia, untuk memperoleh keselamatan sejati dan harapan yang baru untuk mempertemukan  nilai cinta kasih Kristus yang sebenarnya.
Keindahan hidup itu harus dimaknai dan merasakan bersama dan membagikan keindahan itu kepada manusia melalui karya dan pewartaan Misi Allah. Bermisi berarti membagikan sukacita kasih Kristus, membagikan kedamaian, kesejahteran dan harapan baru kepada manusia untuk memperoleh keselamatan. Oleh karena itu, keselamatan itu harus diperjuangkan dengan tekun, bijaksana dan bertanggungjawab atas panggilan Allah. Semua orang dipanggil untuk bertanggungjawab dengan rendah hati dan setia  untuk mewartakan kebaikan-kebaikan dan sukacita kasih Kristus itu dalam hidup dan membagikan kepada orang-orang yang sangat merinduhkan kehangatan, kedamaian dan cinta kasih dalam hidup untuk memperoleh keselamatan sejati yang diharapakan oleh Yesus melalui pewartaan Gereja, Gereja dipanggil untuk mewartakan dan membagikan semangat dan Sprite Roh Kudus kepada semua umat Allah dalam hidup panggilan di dunia yang penuh warna-warni ini.
Kita melihat kerendahan hati dalam diri “Seorang samaria yang murah hati dalam Injil Lukas 10:25-37” yang menghadirkan kehidupan dan keselamatan yang baru bagi semua orang dan ia rela membagikan sukacita kasih itu dengan orang yang dirampok habis-habisan oleh penamung ditengah jalan dengan penuh sukacita kasih. Kasih yang dimiliki oleh orang samaria merupakan kasih yang tulus dan iklas demi keselamatan dan kehidupan yang baru. Keselamatan yang diharapakan oleh dia adalah menyelamatkan orang yang dirampok itu untuk hidup kembali. Ia hadir sebagai penolong sejati karena ia mau memberikan dan membagikan sukacita dan kehidupan baru. Ia membagikan sukacita Injil itu dengan rendah hati  dan memberikan kehidupan dan keselamatan sejati. Hal ini mangajarkan kita bahwa Keselamatan bukan dibutuhkan oleh orang-orang tertentu saja, tetapi keselamatan dibutuhkan oleh semua orang, artinya bahwa demi keselamatan manusia Tuhan Yesus rela mati di kayu salib demi dosa-dosa kita. Kematiaan-Nya dapat membebaskan  kita dari dosa.
Melalui seorang samaria itu kita diajak untuk terus dipanggil untuk mewartakan kabar gembira dan  sukacita Injil itu terus-menerus di dunia yang serba instang ini dengan penuh bijaksana. Pewartaan Misi Allah membutuhkan iman, harapan dan kasih yang penuh rendah hati, untuk membagikan kebaikan-kebaikan kepada orang lain dengan penuh bijaksana,  bertanggungjawab, dan setia untuk mewartakan karya dan Misi Allah itu untuk memperoleh keselamatan sejati yang mulia. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama membagi sukacita itu dengan penuh rendah hati dan setia dalam hidup kita, supaya kita bersama memperoleh keselamatan sejati yang diharapkan oleh Allah melalui karya pewartaan itu dalam diri Pribadi, keluarga, lingkungan masyarakat, komunitas-komunitas, kelompok-kelompok dan juga dalam hidup menggereja dengan sikap rendah hati,sebagaimana yang diharapkan oleh Yesus sang Guru dan sumber keselamatan sejati.
Kita semua dipanggil untuk mewartakan kabar gembira atau kabar keselamatan yang menyelamatkan kita. Kita semua diajak untuk membangun hidup bersama dalam satu imam yaitu iman kepada Yesus Kristus. Marilah bersama-sama membagikan sukacita kasih Injil itu dalam hidup, supaya hidup damai, aman, tekun, bertanggungjawab atas panggilan kita dengan penuh setia dan rendah hati. Artinya bahwa kita dipanggil untuk bertanggungjawab atas tugas dan perutusan kita masing-masing dengan penuh rendah hati mewartakan Misi Allah itu dengan penuh setia dan membagikannya kepada semua orang. Supaya kita bersama-sama  hidup aman dan damai sebagai satu keluarga Allah dengan membagikan sukacita Injil itu dengan berderma, berkurban dan bersaksi mewartakan Injil.
Oleh karena itu, kita semua dipanggil-Nya pula setiap orang untuk mengikuti Yesus Sang Gembala dan kita sebagai murid-Nya dalam perjalanan menuju keselamatan.  Melalui pewartaan Injil kita semua diperkenalkan pada Yesus dengan demikian kita semua dipanggil untuk terlibat dalam mewartakan Injil kabar sukacita. Maka itu pentingnya kita saling mendorong untuk berkomitmen dalam mewartakan Injil dan membantu orang yang membutuhkan belas kasih Allah itu dalam hidup sehari-hari kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.