Melangkah tanpa arah

By: Ignasius Gledu Liwu

Mahasiswa STFT Fajar Timur

 

Hitam kulit keriting rambut aku papua
Kekayaan alam meliputi diriku
Sahutan cendrawasih menghantarku
pada hari yang dijanjikan Tuhan
 
Dari ufuk barat berkibar bendera kolonial
Auman singa terdengar merdu namun mematikan
Seakan tanahku yang indah mempesona ini
Akan dicemar tumpahan darah.
 
Sekian lama ibu bumi menangis
Cucuran air mata mengalir deras
Seakan ia tak tahu, bagaimana cara menghentikannya.
 
Sungguh,,,,
Tanah yang dulunya sangat dipuja
Kini tak tertata rapi, hanya karena keegoisan semata
Sungguh tanahku yang indah, ternodai oleh darah tak bersalah.
 
Lihatlah tanahku Papua,,
Lihatlah anak bangsa, pemuda yang diandalkan,
Tanah kita yang duluhnya masih tertata rapi bagaikan seorang perawan
Kini,,, buka matamu lebar-lebar dan lihatlah
Tak berbentuk, tak berarah ke mana dan apa yang akan menimpanya.
Pemuda kebanggaan
Dimana kamu sekarang bertahkta
Negeri kita telah tertelan noda
Namun seakan kamu terdiam tak berkata.
Dimana kamu sekarang bertahkta
Negeri kita telah tertelan noda
Namun seakan kamu terdiam tak berkata.
 
Pelanggaran HAM di tanah ini sungguh menyakitkan
Tanpa kata, semuanya berlalu dengan sengaja
Teruslah bertanya,,, kemana hukum yang dijunjung tinggi oleh bangsa kita,
Dimana???? Jelaskan padaku sekali ini saja.
 
Mengapa diriku selalu disakiti di tanahku sendiri?
Dimana hati nuranimu?
Dimana kepintaranmu kau terapkan pada diri ini?
Mengapa tanah kami sendiri, dinodai oleh darah kami sendiri?
Sungguh sangat menyedihkan bagi jiwa ini.
 
Pelanggaran-pelanggaran tidak dituntaskan
Apakah ini suatu permainan?
Apakah negriku harus menanggung semuanya dengan pembantaian dan pertumpahan darah?
Di mana keadilan?
Di negeri yang katanya adalah negeri kita.
Di mana??
Jawablah padaku, agar ibu bumi bisa kembali tersenyum indah.
 
 
Janji hanya tinggal jani
Kau datang berkoar di depan anak bangsa
Ucapanmu hanyalah panggung sandiwara
Penataan negeriku sungguh indah
Namun bukan itu yang kami butuhkan
Kami membutuhkan keadilan di tanah kami sendiri.
 
Lihatlah putra-putri cendrawasih,
Kemana nantinya kita akan melangkah
Jika kita terus begini
Dibantai, dihina, diasingkan seakan kita bukan manusia.
 
Mari kita bersatu, membangun kemabli keadilan
Mari kita bersatu, berjuang
Mari kita bersatu, saling bergandengan tangan, saling merangkul dengan cinta
Semoga perjuangan kita akan membuahkan hasil yang berguna bagi negeri kita Papua tercinta ini.

Minggu, 03/10/2021

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.