Manis di Mulut, Pahit di Tindakan

Oleh:Melianus Gobai
Aku melangkahkan kaki dengan harapan yang pasti, meski ditemani dengan kejamnya ketidakpastian.
kamu wanita idaman, cinta pertama di Abepura Jayapura -Papua yang pernah aku kenal dan bersamamu aku mengukir banyak momen dan kisah.
Aku tidak peduli dengan kebijakan orangtuamu yang menghalangi hubungan kita berdua.
Karena, aku benar-benar sulit untuk melupakanmu dan aku yakin bahwa kamu juga mencintai aku dengan setulus hatimu.
Aku mencintaimu dengan harapan yang pasti, meski ditemani dengan kejamnya ketidak pastian.
Walaupun aku digodai beragam wanita, namun aku tidak seperti mereka yang sensitif, aku sadar bahwa cinta kedua datang untuk menghancurkan bukan untuk memperkokoh hubungan percintaan kita.
Kamu tidak perlu sesali tentang beragam wanita yang sedang menggodaku, karena aku akan menganggap itu semuanya sebagai cobaan dalam menjalin hubungan percintaan kita berdua.
Aku yakin mereka pasti akan menemukan yang terbaik dan akan datang terobati goresan lukanya dengan pria yang mereka dapatkan.
Aku tak pernah bermimpi untuk memiliki cinta kedua, namun ia yang menarikku dan membuatku tergoncang benakku dari tepi Pantai Holtekamp, namun hatiku tidak semuda yang ia pikirkan, karena hatiku beserta jiwa dan ragaku sudah melekat pada dirimu.
Di saat aku digodaiĀ  di tepi Pantai, aku melihat senyummu dan dari Puncak gunung aku mendengar suaramu yang merdu semerbak, di tengah keramaian perkotaan terukir banyak kenangan bersamamu.
Aku tidak peduli dengan wanita lain, karena kemanapun aku pergi bayanganmu terus tersimpan di dalam hati.
Aku memang sulit untuk melupakanmu jika aku melupakanmu tidak ada obat yang aku bisa minum untuk menyembuhkan rasa kepedihan dan luka dalam benakku.
Jika kamu ingin memilih yang lain lepaskanlah aku dalam bayanganmu yang ada dalam diriku terlebih dahulu dan beritahukanlah aku obat yang pasti untuk menyembuhkan lukaku yang akan tergores dalam benakku.
Sehingga, kita tidak perlu mempermainkan perasaan dan hati ini, karena perasaan ini jika sudah terluka proses penyembuhannya agak lama dan tidak semua orang yang punya resep untuk mengobatinya.
Pada umumnya manusia hanya tahu melukai hati dan tidak mampu mengobatinya.
Tuhan juga menciptakan setiap wanita untuk melengkapi tulang rusuk kaum pria, hal itu bukan aku edit, tetapi dalam ajaran Agama juga selalu diajarkan oleh parah tokoh-tokoh Agama.
Aku ingin mengetuk pintu hatimu dengan kelebihan dan kekuranganku yang ada tetapi, ternyata ada orang lain yang sudah singgah dan membuatmu penuh bahagia.
Aku sangat tidak mengerti apakah kamu melihat aku sebagai kekasih orang pertama atau kedua? Tetapi, bagiku kamu yang selalu membuat aku merasa tergila-gila.
Aku salah, melihatmu dari Pantai Holtekamp dengan mataku yang penuh dengan noda dan dosa dan akan menjadi debuh tanah kelak pada waktu yang Tuhan tentukan bagiku.
Karena manusia hidup di muka bumi ini akan hidup kekal abadi pasti ada keterbatasan untuk hidup di muka bumi ini.
Setiap wanita cantik dan lelaki yang gagah tampan tidak akan hidup kekal di muka bumi ini, sehingga aku hanya ucapkan dengan hati yang paling dalam dengan rasa kepedihan hati.
Semoga kamu berbahagia dengan lelaki yang sudah masuk lebih duluh dalam benakmu dan sudah membuatmu bahagia dengan tindakan dengan perbuatan baiknya selama kalian masih beziarah diatas muka bumi ini.
)* Penulis adalah pelajar SMK N 3 Jayapura
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.