Kegiatan Rekoleksi SMP YPPK St. Yohanes Pemandi Agats

Sekolah SMP YPPK St. Yohanes Pemandi Agats mengadakan kegiatan rekoleksi seusai ulangan semester satu (1). Kegiatan Rekoleksi ini diadakan selama dua hari berturut-turut yaitu pada hari Senin dan Selasa tanggal 29-30 November 2021. Kegiatan rekoleksi ini berpusat di Aula Sekolah SMP YPPK Agat, yang diikuti  hampir sekitar 200-an siswa-siswi SMP. Kegiatan rekoleksi dimulai pada jam 08.00 wit dan diakhiri sesuai dengan kadar materi yang diberikan. Kegiatan rekoleksi  ini dimaksudkan untuk membina karakter anak-anak didik SMP  YPPK Agats untuk dapat menghargai kepribadiannya sebagai citra Allah dan mampu mengaplikasikan citra dirinya dalam pergaulan hidup sehari-hari.  Kegiatan rekoleksi ini bermula dari inisiatif para guru mata pelajar Agama Katolik dan Budi Pekerti. Inisiatif kegiatan ini mendapat dukungan baik dari Sr. Anita OSU selaku Kepala Sekolah dan juga dari para dewan guru lainnya. Sebenarnya munculnya inisiatif ini bermula dari keprihatinan para guru terhadap tingkah laku para siswa-siswi yang sudah mengalami disorientasi  akibat masa pandemi Covid-19. Berkaitan dengan itu maka tema-tema yang dianggap cocok untuk  diberikan dalam rekoleksi itu ialah  hukum cinta kasih  dan pergaulan bebas.
Tema pokok dari materi  yang diberikan  pada pertemuan pertama ialah mengenai hukum cinta kasih. Tujuan yang mau dicapai dari tema ini ialah agar siswa-siswi SMP dapat mengaplikasikan hukum cinta kasih kepada Allah dalam bentuk doa syukur secara pribadi, doa syukur dalam kelompok atau kominitas, dan dalam perayaan Ekaristi. Selain itu, para siswa-siswi juga dapat mengaplikasikan hukum cinta kasih yang kedua kepada sesama seperti dalam keluarga, di lingkungan masyarakat dan juga  di lingkungan sekolah. Pertanyaan reflektif yang diberikan sebagai panduannya ialah tentang “hal menari apakah yang kamu pahami dari Injil Markus 12: 30-31”. Pertanyaan refleksi itu kemudian dipandu secara bertahap yang dimulai dari refleksi pribadi setiap siswa-siswi, kemudian dibagi dalam kelompok, dan hari hasil saharing kelompok itu kemudian diplenokan.  Para siswa-siswi yang dibagi dalam 14 kelompok besar itu dapat mensharingkan hasil refleksi mereka dalam bentuk pleno di depan aula pertemuan.              Akhir dari pertemuan pertama ini ditutup dengan doa dari masing-masing  siswa-siswi yang  dibuat dalam bentuk pembakaran permohonan pribadi  pada tempat yang sudah disediakan.
Selanjutnya materi yang diberikan kepada siswa-siswi pada pertemuan kedua ialah mengenai pergaulan bebas. Gagasan dasar dari pertemuan ini berkaitan dengan penghormatan terhadap sesualitasnya sebagai anugerah dari Allah. Pada pertemuan kedua ini dipisahkan antara perempuan dan laki-laki. Kepada para peremuan ditemani langsung oleh para ibu guru yang telah diminta kesediaannya yakni Ibu Maria Kelanit di ruang kelas 9a dan ibu Engelbertha di ruang Leb biologi. Sedangkan pada laki-laki dipandu oleh para bapak guru yang juga telah diminta kesediannya yakni Pak Tarsi dan Fr Theo.  Materi-materi yang diberikan kepada siswa maupun siswi lebih mengarah pada aspek biologis manusia, masa pubertas bagi kaum remaja, kesehatan reproduksi dan sebagai citra Allah bagaimana mereka menghargai dan menghormati seksualitasnya  sebagai anugerah dari Allah. Dinamika kegiataan pada pertemuan kedua ini diawali dengan doa bersama di Aula, pembacaan Kitab Suci yang berbicara mengenai penghormatan kita terhadap tubuh sebagai bait Roh Kudus yang dikutip dari 1 Kor 6: 12-20, kemudian penjelasan singkat tentang tema pertemuan kedua yang dilanjutkan dengan pembagian kelompok laki-laki dan perempuan. Untuk kelompok laki-laki bertempat di aula dan kelompok perempuan bertempat di kelas 9a  dan leb biologi. Setelah materinya sudah selesai diberikan maka  kegiatan itu ditutup dengan doa bersama di Aula dan kemudian siswa-siswi disuruh kembali ke rumah masing-masing. Sekian.
Dormom.
Penulis Fr. Theodorus Tepa, OFM
 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.