Hutan dan Hidupku

HUTAN DAN HIDUPKU
 
 
Dikalah fajar bersinar
Suara gemuruh tak terhenti
Cahaya fajar Timur
Tak terhenti hingga kelar
 
Hutan rimbah rumahku
Dikala itu aku hidup
Terus berburu dan menafkahi
Seadanya bersama alam
 
Tak terbayang bagai mimpi
Mimpiku tak kelar dalam nyenyak
Semak belukar terus mengikat
Dan terbangun dalam pelukannya
 
Walau kabut tak redah
Juga air diatas daun tak mengering
Tubuh terus melingkari tulang
Hingga terus trauma dengan air
 
Namun hutan dan aku
Hutan merupakan hidupku
tak pernah henti memberi hidup
Namun seada dalam pelukannya.
 
Hutan rimbah rumahku
Kian dicemari, dan digunduli
Hidupku kian tak kunjung sembuh
Kian jantung Hidup ku di cungkil
Perlahan tak terhenti.
 
Hutan hidupku dikala itu
Namun tinggalah debuh kimia
Kian hidupku diberi racun tailing
Sampai mataku tertutup
Oleh kekejaman kepentingan
 
Aku sesak dan terserang
Rumahku terus digunduli
Seakan aku bukanlah apa apa
Yang hidup diatas tanah pemberian Tuhan pada aku dan anak cucuku
 
 
Dedaunan Mangi mangi mengering
Juga pohon sagu dan air
Hilang ditelan bencana buatan manusia.
Tinggalah kimia dan bolong bolong tubuhku.
 
Tangisan negri cendrawasih
Akankah Cendrawasih bertahan
Jika hutan terus digunduli
Apakah manusia akan hidup
Jika paru paruku kau beri racun
 
Dedaunan mengering
Berserakan terang menderang
Suara alat berat terus berulah
Kian hutan dan hidupku digunduli
 
 
AkuĀ  pendengar suaranya
Tangisan burung cendrawasih
Namun kian tergantikan
Suara genjatan sejata api
Dan hutan dan hidupku
Telah sirna perlahan.
 
 

Karya: Fransiskus Tsolme

Selamat Hari Hutan Se Dunia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.