Gadis manis Katamu aku miskin

Oleh: Dedy Dores May

Mahasiswa STFT Fajar Timur

 
Rentetan hidup kini datang dan pergi, baban menekan raga, jiwaku tak mampu bertedu. Aku miskin bukan karena tidak punya, engkau memerasku dan engku pergi. Aku miskin karena di tindas, Aku miskin karena dibodohi, angkau datang membunuhku dan engkau pergi, engkau datang membawa kecerdikanmu, menginjak-injakku, Aku hanyalah makanan dan bonakamu yang engkau permaikan.

Kata-katamu manis bagaikan madu, cerdikmu bagaikan ular, keahlianmu bagaikan merpati. Aku hanyalah babi dan ayam peliharaanm. Gadis manis engkau yang pertama ku cinta, namun engkau memberikan luka yang mendalam, dalam hidupku hingga sepanjang masa. Rambutmu kubelai dengan hati dan jiwaku, ku berikan cintaku padamu dengan sepenuh hati. namun engkau hianati cintaku, engkau menghancurkan seluruh tubuhku, hingga engkau membunuhku.

Aku hanyalah menatap pada Sang waktu, mataku tertuju padamu, wahai sang waktu, aku hanyalah seekor kambing yang kehilangan induk, lihatlah, wahai Sang waktu aku, menantimu diujung jalan, bawalah aku pada terang cahayamu. Mataku tertutup oleh kabut awan, kaki ku tak mampu berlangkah. Derasnya keringgat bercucuran, getaran gigi menjepitmu, kekeringan leher memadai tubuh.
Ingatlah aku padamu, disini aku hanyalah seorang binatamg jalanan yang tak punya sarang, bukalah mata yang merajaiku, tunjukan pandanganmu kearah cahayamu, sinar cahayamu dapat mengobat rasa sakitku, jiwaku bernaung padamu, wahai Sang waktu, inilah aku yang berkelana menyusuri cakrawala. Hari semakin berganti, waktu pun berlalu, kini aku hanyalah binatang yang tak mampu bersuara, padamu minta pertolongan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.