Berbahagialah Mereka Yang Selalu Bergembira Karena Injil

 Migani Yuven Belau

Alumnus STFT yang sedang menjalani Tahun Orentasi Pastoral di salah satu Paroki di pendalaman Papua

Kehidupan kita semua dapat berkembang dan terus maju ketika kita mengalami dan merasakan kebahagiaan, serta kegembiraan bersama. Kehidupan juga berkembang berkat mengikuti nasehat-nasehat Injil dalam menjalani hidup panggilan. Berbahagia berarti selalu merasakan kedamaian, kesejahteraan dan kegembiraan dalam hidupnya dan tidak mengalami kesulitan dalam hidup bersama maupun hidup sendiri. Memang kita semua mengalami kesulitan tetapi selalu merasakan kegembiraan dan kebahagian dalam diri karena rahmat dan anugerah Roh Kudus yang selalu memberikan karunia khusus secara penuh bijaksana dan utuh.
Melalui karya Roh Kudus kita semua dipanggil untuk menghayati nilai Injil dalam diri pribadi, keluarga, di kombas dan di lingkungan masyarakat untuk merasakan kebahagiaan dan kegembiraan itu bersama secara penuh. Berbahagian dan bergembira bukan  sesaat saja, tetapi kita diajak untuk terus mengalami dan merasakan dalam hidup atas anugerah dan rahmat yang diberikan oleh-Nya dengan penuh setia.  Kita semua diajak untuk mengikuti teladan Yesus Kristus yang memberikan kita kehidupan dan keselamatan, sebagaimana yang diharapkan oleh kita semua dalam hidup ini dengan penuh sukacita. Menurut Paulus dalam Suratnya kepada jemaat di Galatia menegaskan bahwa bersukacita dan bergembira karena “sukacita adalah buah Roh”(bdk. Gal. 5:22). Artinya bahwa melalui buah Roh itu, kita semua akan memperoleh keselamatan dan kehidupan yang baru dalam diri kita dengan penuh sukacita Yesus Kristus Sang Sumber Kehidupan sejati.
Kehidupan dapat terleksana ketika kita sungguh-sungguh menghayati nilai cinta kasih Injil secara penuh dalam menjalani panggilan hidup yang belum menentu ini. Hidup itu harus disyukuri sebagaimana yang diharapkan oleh Yesus Kristus sebagai sumber Ilahi yang sejati. Keselamaan Ilahi yang diajarkan oleh-Nya membawa kita kehidupan yang baru dan inspirasi Roh-Nya mendorong kita semua untuk menemukan nilai kebahagian dan kegembiran sejati yang sebanrnya dalam hidup panggilan kita semua. Sukacita Injil merupakan anugerah terindah yang terus bersinar dalam hidup kita semua karena kasih karunia-Nya. Sehingga setiap kita yang dapat menghanyati nilai sukacita kasih dalam hidup kita itu betul-betul menjiwai iman kita yang sebenarnya, berdasarkan pada ajaran Yesus Kristus sang sumber keselamatan sejati.
Iman akan Yesus Kristus selalu mendorong kita untuk tetap pada kehendak-Nya dan mendorong kita untuk terus membangun iman kan Yesus Kristus yang sejati berdasarkan pada pangalaman hidup kita. Pengalaman hidup Iman dan rohani itu harus di bagikan kepada semua orang, agar mereka merasakan dan mengalami sukacita kasih Kristus dalam hidup panggilan, sebagai anggota Gereja Kristus secara penuh melalui pelayanan kita.
Iman dan harapan perlu dikontekstualisasikan dalam hidup dengan nilai sukacita kasih Kristus yang menyelamatkan kita secara penuh. Maka itu kita perlu menguatkan iman dan harapan kita untuk menjalankan semua Misi Yesus itu dengan penuh setia. Hal ini berdasarkan pada komitmen hidup kita atas dasar iman akan Yesus Kristus Sang Sumber kebahagian dan kegembiraan kita semua. Oleh karena itu, melalui karya Roh Kudus sikap atau prilaku kita akan berlalu ketika kita membangun kebahagiaan  dan kegembiraan sukacita kasih Kristus bersama. Roh Kudus selalu menuntun kita dalam situasi apapun dan selalu hadir serta ikut terlibat melalui orang lain, dan memberikan kita kebahagian, kedamaian, dan sukacita secara langsung maupun tak langsung kita mengalami dan merasakannya dalam hidup panggilan kita. Terutama hal ini terjadi, karena kebaikan kita kepada sesama melalui karya dan pelayanan kita; serta ketulusan hati dan perbuatan baik kita dalam hidup bersama.
Kebaikan akan kasih karunia Allah selalu menyelamatkan kita dari segala macam tindakan kita melalui pengalaman hidup kita sendiri. Kasih dan harapan menjadi dasar utama atas pengalaman hidup kita untuk menemukan nilai-nilai iman kita yang sesungguhnya. Hidup panggilan dipenuhi oleh nilai-nilai cinta kasih, belaskasih dan sukacita kasih Kristus yang sungguh-sungguh menyelamatkan kita dari segala macam persoalan hidup. Untuk itu, kita semua diharapkan melalui Gereja untuk memiliki nilai-nilai cinta kasih yaitu: kasih karunia Roh Kudus, sukacita, kebahagian, kedamaian, dan kegembiran untuk memperoleh keselamatan sejati. Mengapa demikian ??? karena keselamatan sejati membawa kehidupan iman yang menyelamatkan jiwa kita dari segala perbuatan buruk kita. Kehidupan yang baik dapat diperoleh melalui perubahan dari dalam diri kita sendiri, hal itu terjadi karena suatu dorongan karya Roh Kudus yang turut hadir dan membantu diri kita untuk memperoleh kehidupan yang baru berdasarkan pada pangalaman hidup kita, selama kita menjalani dan mentekuni dengan penuh bertanggungjawab atas sukacita kasih (Injil) Kristus yang hidup, dengan penuh setia dan sungguh-sungguh menerimanya sebagai suatu rahmat Ilahi dalam hidup kita.
Artinya bahwa kita semua dipanggil untuk hidup bersama sebagai satu keluarga dalam persekutuan cinta kasih Kristus yang menyelamtkan kita dengan tulus dan rendah hati. Oleh karena itu, kita semua dipanggil untuk membagikan kebahagian dan kegembiran itu dalam hidup sebagai suatu anugerah yang perlu kita bagi kepada sesama kita melalui hidup panggilan kita masing-masing. Oleh sebab itu, membagikan sukacita Injil itu adalah suatu kepedulian kita bagi sesama kita yang membutuhkan sukacita kasih Yesus Kristus melalui keterlibatan dan kehadiran kita ditengah-tengah mereka yang belum tentu mereka mengalami dan merasakan kebahagian dan kegembiran yang sesungguhnya melalui karya dan pelayanan diri kita yang sesungguhnya. Keterlibatan kita menjadi modal dasar untuk mempersatukan mereka sebagai anggota Kristus, sehingga mereka menjadi satu persekutuan dalam hidup panggilan. Artinya bahwa kita semua dipanggil untuk membagikan sukacita Injil itu dalam hidup, melalui cara dan perbuatan hidup kita berdasarkan penggalaman hidup kita sebagai saudara yang seiman.
Akhir Refleksi ini saya mengajak kita semua, Mari kita bersama-sama mewartakan sukacita Injil kepada sesama kita dengan setia serta bertanggungjawab melalui panggilan kita masing-masing. Panggilan untuk mewartakan Injil merupakan suatu anugerah dan rahmat secara khusus yang diberikan oleh Yesus Kristus kepada kita semua. Maka itu kita semua dipanggil untuk mewartakan sukacita kasih Injil  melalui karya dan pelayanan kita secara penuh bijaksana dengan tulus hati. Ketulusan dan kerandahan hati nampak ketika kita ikut terlibat secara penuh ditengah-tengah mereka dengan tulus. Kita dipanggil semua untuk mengalami dan merasakan kebaikan Kristus bersama dalam hidup ini, sebagaimana yang diajarkan oleh Yesus Kristus melalui karya-Nya. Keterlibatan kita untuk membagikan sukacita Injil melalui kehadiran kita ditengah-tengah mereka dengan penuh rendah hati sebagai satu persekutuan Roh Kudus  dalam Terang Injil Suci.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.