Kasih dan Pengorbanan VERONICA KOMAN UNTUK ORANG PAPUA

Oleh: Pastor Damianus Uropmabin, Pr

Tak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang menghorbankan nyawanya bagi sesama. Kasih adalah dasar dan pokok dari semua keutamaan hidup kristiani terutama dalam segala perbuatan dan pengorbanan demi keselamatan sesama. Karena itu kasih mendapat nilai terbesar dalam hidup manusia. Manusia tanpa dasar kasih bukanlah manusia dan dalam hidupnya sia-sia belaka (Bdk.1Kor.12:31-13:13). Berkat kasih Tuhan, hampir sebagian dari kita dipersatukan oleh Tuhan melalui agama dan ajaranya masing-masing. Umat beriman didunia ini dituntut mewartakan kasih Tuhan lewat penghorbanan demi sesama kita yang lema, miskin, terlantar, dintimidasi dan diabaikan. Karena demi kasih, Yesus turun dari surga hendak menyelamatkan umat manusia yang percaya kepada-Nya tanpa batas.  Karena kasih dan pengorbanan itulah, yesus menyindir kepada orang banyak yang mengikuti-Nya “mereka adalah angkatan yang sulit untuk diumpamakan. Sebab, selalu ada cara dan alasan bagi mereka untuk menolak pewartaan-Nya tentang keselamatan” (Luk.7:31-35).

Kita baru saja mendengar sosok seorang Veronica Koman. Beliau sedang menunjukan kasih Allah dalam diri orang Papua. Ia menemukan Allah yang Maha Kasih itu dalam perjuanganya. Ia hadir menjadi telingh untuk mendengarkan jeritan orang Papua, ia mendengar keluh kesahnya hingga mempelajarinya. Dan saat ini ia memutuskan untuk hidup berjuang bersama mereka yang terlantar, miskin, terlantar dan dibunuh.  Veronika engkau bukan siapa-siapa, engkau manusia lema yang dikejar, dipantai dan dibebani dengan beragam tuduan ketidakadilan penguasa.

Bagi kami orang Papua “engkau adalah setetes kasih yang bisa memberikan pendidikan kasih dan pengorbanan bagi bangsa indonesia yang buta  tentang “kasih dan pengorbanan”. Semoga dengan kasih dan pengorbanan yang engkau lakukan selama ini untuk bangsa papua dan terlebih khusus pada saat-saat ini engkau bisa memperkenalkan kepada dunia bahwa di dunia ini ada yang namanya bangsa indonesia yang dibentuk menjadi “NKRI” da nada bangsa lain yang sementara ini dijajah “Bangsa Papua”. Terima kasih, engkau sudah memperkenalkan Kasih Allah didunia international tentang kebenaran Papua dan Indonesia di dunia bahwa kami masih membutuhkan dan memperjuangkan kasih Allah nyata di tanah Papua.

Bangsa Papua juga turut mengambil bagian dalam tuduan ketidakadilan saudari Veronika.  Sumbangan dari bangsa papua untuk mengembalikan uang negara yang mereka kasih kepada dirimu (veronica koman) adalah bukan dari kami bangsa papua tetapi itu adalah bentuk kasih yang engkau ajarkan kepada kami dari dirimu sang veronica koman.  Karena dirimu adalah diri kami bangsa papua. Kami menyadari perjuanganmu tidak sebanding dengan taruan nyawa dirimu, keluargamu, keringat dan air mata untuk orang Papua. Doa kami selalu  menyertai engkau dalam memperjuangkan kasih kemanusiaan di dunia international. Teruslah maju pantang mundur. Tuhan dan leluhur bangsa Papua selalu bersamamu dalam setiap langka kakimu.  Doa kami untukmu Veronika. Salam kompak dan salam kebebasan.

 

(Penulis adalah gembala umat Keuskupan Jayapura di hutan Belantara Perbatasan PNG-Pegunungan Bintang-Papua)