Oleh: Siorus Degei

Shaloom untuk bangsa Papua, dari Misol (Sorong) sampai Samarai (PNG) dan juga orang Papua di Rantauan, di mana saja berada. Pada hari ini Selasa, Tanggal 1 Maret 2022. Saya, Selpius Bobii Koordinator Jaringan Doa Rekonsiliasi Untuk Pemulihan Papua (JDRP2) mau menyampaikan hal penting yang kiranya dimengerti dan dipahami oleh Bangsa Papua dan kiranya hal itu dilaksanakan oleh Bangsa Papua dari Misol sampai Samarai.

Perjuangan Bangsa Papua bukan hanya berjuang untuk Kemerdekaan Politik atau Kemerdekaan Jasmani semata. Tetapi termasuk Perjuangan untuk Kemerdekaan Rohani. Selama ini Bangsa Papua fokus hanya kepada Kemerdekaan Jasmani atau Kemerdekaan Politik, sementara Kemerdekaan Rohani diabaikan. Padahal sesuai dengan kehendak Tuhan bahwa Perjuangan Bangsa Papua, dalam hal ini Kemerdekaan Jasmani dan Kemerdekaan Rohani, bagaikan Dua Sisi dari Satu Mata Logam yang tidak bisa dipisahkan.

Perjuangan untuk Kemerdekaan Politik, dalam hal ini Kemerdekaan Jasmani sudah sampai di Puncak, sementara Perjuangan Kemerdekaan Rohani selama ini diabaikan oleh kebanyakan Orang Asli Papua, baik yang ada di Papua Barat, PNG dan di Rantauan. Karena itu, sesuai Petunjuk Tuhan, Bangsa Papua harus terlebih dahulu menguduskan diri untuk Kemerdekaan Rohani. Agar selanjutnya Tuhan memulihkan Bangsa Papua, dari Sorong sampai Samarai “Indah Pada Paktu-Nya”. Bangsa Papua bagian Barat tidak bisa berjuang sendiri untuk Pemulihan Misol sampai Samarai. Tuhan mengehendaki Bangsa Papua Barat, dalam hal ini Papua, harus bersatu dengan PNG untuk mengawal bersama Agenda Pemulihan Diri menuju Pemulihan Bangsa Papua dari Pulau Misol sampai Samarai. Untuk itu, sesuai Petunjuk Tuhan, Papua Barat dan PNG, kita akan mengadakan Aksi Doa-Puasa 40 Hari, 40 Malam serentak pada Bulan Juni-Juli Tahun 2022, Tahun ini.

Beberapa waktu lalu, Saya bersama Rekan Saya diutus oleh Tuhan pada Tanggal 31 Desember 2021, berkunjung ke PNG, dan kami merayakan Malam Tutup Tahun dan Pembukaan Tahun Baru di PNG bersama Para Pejuang Papua Barat yang telah mengungsi lama di PNG, yang ada di Wanimo. Selama Satu Minggu kami mendatangi Para Pejuang Papua Barat yang tela lama mengungsi di PNG-Wanimo. Dan juga kami juga mendantangi hamba-hamba Tuhan dan juga mereka merespon baik Agenda Pemulihan Diri Untuk Pemulihan Bangsa Papua, dalam hal ini Agenda Doa-Puasa yang akan kami lakukan pada Bulan Juni-Juli Tahun ini (2022).

Para hamba-hamba Tuhan di PNG mengakatan bahwa ini “Waktu Tuhan”, bahwa Roh Kudus sudah lebih duluh sampaikan kepada mereka Visi yang sama, Visi dari Tuhan, bahwa Papua Barat dan Bangsa Papua Timur (PNG) harus “Bersatu” untuk mengawal Agenda Pemulihan Diri ini. Agenda yang sedang dibagikan oleh Jaringan Doa Rekonsiliasi Untuk Pemulihan Diri (JDRP2) telah diterima baik oleh hamba-hamba Tuhan di PNG dan Para Pejuang (tertentu) yang telah kami dekati. Dan, mereka telah membentuk Panitia Doa Rekonsiliasi di PNG-Wanimo dan itu didampingi oleh Rekan Saya, dan mereka sedang kampanye tentang Doa Puasa Untuk Pemulihan Bangsa Papua Barat dan PNG, Pemulihan dari Misol sampai Samarai.

Karena itu, melalui kesempatan ini, saya selaku Koordintaor Jaringan Doa Rekonsiliasi Untuk Pemulihan Papua (JDRP2) menyampaikan kedapa para hamba-hamba Tuhan, baik yang berada dalam sistem Gereja maupun yang berada di luar sistem Gereja yang sudah mendapatkan urapan Roh Kudus. Mari kita Bersatu, termasuk Dewan Adat Papua (ADP), mari kita Bersatu, dan juga komponen-komponen yang lain yang berkehendak baik untuk mempersiapkan Bangsa ini untuk Pemulihan Diri Menuju Pemulihan Bangsa Papua “Indah Pada Waktu Tuhan”. Demikian Himbauan ini kami sampaikan atas perhatian dari Bapak-Ibu, Saudara-Saudari, Kami sampaikan terimakasih, Sahloom Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua.

Referensi:

https://youtu.be/ZqHYCoJcBB0, Himbauan Koordinator JDRP2 Tentang Pemulihan Papua, Selasa, 1 Maret 2022, Pukul. 19:31 WIT.

)* Penulis Adalah Mahasiswa STFT “Fajar Timur” Abepura-Papua.

Publisher: Admin