Oleh: Natho Pigai

Bulir bening kembali turun

Membasahi layar ponsel

Seiring irama musik yang sedang di putar

Seiring semua nestapa teringat kembali

Berulang kali,

Aku coba hapus bulir bening itu

Namun dia kembali menyapa

Melemahkan benteng di atma

Pada akhirnya

Keinginan tuk akhiri hidup

Kembali bertahta di pikiran

Membuat batin dan logika berperang

Daksa sudah sangat melemah

Netra tak pernah berhenti tuk menurunkan rintik

Dan atma tak henti-hentinya ingin segera tiada

Aku harus apa?

Kala kalbu dan atma berperang

Kala semangat tuk hidup

Direnggut oleh nestapa

Haruskah aku mati

Berharap kehidupan selanjutnya

Akan dilimpahi harsa

Nestapa akan hirap

Jika untuk mendapat hal itu

Aku harus mengalami kematian

Aku akan menempuhnya

Mengadorasi kehidupanku yang menyedihkan ini tuk kehidupan selanjutnya lebih baik lagi

-Maki Wuu-

Timipotu – 20 | 02 | 2022

)* Penyair Adalah Pemerhati Masalah Sosial di Papua.

Publisher: Admin