Oleh: Amandus Pokuai

Kalau Pemerintah merancang untuk Tn Victor F Yeimo (VY) disidangkan dan merencanakan untuk mau kenakan pasal makar terhadap VY saja dan kenapa tidak dengan rakyat Papua yang turung aksi untuk menolak Rasisme terhadap orang Papua pada tanggal 19 Agustus 2019, itupun rakyat Papua yang lebih tahu dalam aksi Demonstrasi damai, jika itu pun rakyat Papua merasa bawah pemerintah yang menuduh VY juga terlibat dalam aksi Demonstrasi tersebut, sebetulnya VY tidak terlibat dalam Demo damai yang dilakukan oleh rakyat Papua pada tanggal 19 Agustus 2019 untuk menolak Rasisme terhadap rakyat Papua.

Apa perbedaan Aktivis kemanusian VY dan rakyat Papua? Rakyat Papua dan VY tidak ada perbedaan satupun sama sekali. Karena saat itu kami (rakyat Papua) satu perasaan yang dirasakan, maka dari itu, kalau dia turun memimpin orasi ataupun aksi juga dia berhak untuk memimpin karena Kata Rasisme adalah musuh kita bersama maka kami dari rakyat Papua meminta kepada Pemerintah Pusat dan Polda Papua hal itu harus memahami baik, Pemerintah yang membuat kata Rasisme itu musuh kita bersama lalu Pemerintah sendiri yang menetapkan kata Rasisme adalah musuh kita bersama namun kami rakyat Papua merasa Pemerintah maupun Polda Papua sendiri belum memahami dalam kata Rasisme lalu menuduh sembarangan tanpa membedahkan masalah.

sekali lagi kami rakyat Papua mengungkapkaan kepada Pemerintah dan Polda Papua bahwa dalam aksi demonstrasi untuk menolak kata rasis oleh orang Surabaya terhadap mahasiswa dilakukan oleh rakyat Papua di Jayapura papua pada tanggal 19 Agustus 2019 silam, VY bukan Pemimpin aksi dan bukan juga dalang aksi namun dia tidak terlibat sama sekali dalam aski Demonstrasi Penolakan Rasisme pada tanggal 19 Agustus 2019 silam di Jayapura, kami rakyat menyampaikan melalui tulisan ini karena dalam Demonstrasi itu rakyat Papua yang lebih tahu dan pelaku demo damai di Jayapura.

Apa itu rasisme?

Rasisme adalah perbedaan perilaku dan ketidaksetaraan berdasarkan warna kulit, ras, suku, dan asal-usul seseorang yang membatasi atau melanggar hak dan kebebasan seseorang. Maka dari itu, terjadi rasisme terhadap orang asli Papua, jika orang Papua kecil sampai dewasa berhak berbicara untuk menolak Rasisme karena Rasisme adalah melecehkan ras dan etnis terhadap bangsa lain atau suku lain.

Kata rasis itu harus kita tolak agar tidak tumbuh subur dalam kehidupan seseorang, kalau kita biarkan begitu saja, kita memelihara hal buruk dalam hidup kita manusia. jiJikaka entah kamu kulit putih, kulit hitam dan kulit lain dimana Anda berada terjadi rasis harus kita menolak karena menolak rasis adalah pencabutan akar masalah yang sedang tumbuh subur dalam kehidupan sosial.

Hadirnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis ini dinyatakan bahwa diskriminasi dan etnis adalah segala bentuk perbedaan, pengecualian, pembatasan atau pemilihan berdasarkan pada ras dan etnis, yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan atau pelaksanaan Hak Asasi Manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesejajaran di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis menyatakan bahwa : “Diskriminasi ras dan etnis adalah segala bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan pada ras dan etnis, yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan, atau pelaksanaan Hak Asasi Manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan di bidang sipil, politik,ekonomi,sosial dan budaya. Diskriminasi ras dan etnis adalah segala bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan pada ras dan etnis, yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan, atau pelaksanaan Hak Asasi Manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya.”

Tujuan dari dibuatnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis menurut pasal 2 dan 3 yakni sebagai berikut :

Pasal 2

(1) Penghapusan diskriminasi ras dan etnis dilaksanakan berdasarkan asas persamaan, kebebasan, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

(2) Asas persamaan, kebebasan, keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan dengan tetap memerhatikan nilai-nilai agama, sosial, budaya, dan hukum yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pasal 3

Penghapusan diskriminasi ras dan etnis bertujuan mewujudkan kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, perdamaian, keserasian, keamanan, dan kehidupan bermata pencaharian di antara warga negara yang pada dasarnya selalu hidup berdampingan.

Dalam pasal 4 undang-undang nomor 40 tahun 2008 juga pernah menyatakan tentang penghapusan diskriminasi dan a,b nomor 1,2,,3 dan empat juga pernah ungkapkan bahwa tidak melakukan hal-hal yang diskiminalisai terhadap perbedaan antara ras dan etnis, maka dari itu Demi menjaga dan melindungi undang-undang diatas ini kami rakyat Papua turung demo damai untuk penolakan Rasisme yang terjadi di Surabaya namun kenapa negara dan polda Papua memputar balik fakta dan kenapa membiarkan pelaku rasis lalu korbang rasisme disodangkan, dikenakan pasar makar, dan merancang untuk kenakan pasar makar terhadap korbang rasisme?

Jika kami dari rakyat Papua meminta kepada pemerintah pusat dan Polda Papua Segerah membebaskan Aktivis kemanusian VY dan kawan-kawan lainnya tanpa syarat apapun karena mereka adalah korbang rasisme bukan pelaku Rasisme.

)* Penulis Adalah Mahasiswa Universitas Cenderawasih.

Publisher: Admin