Oleh: Honi Pigai

Hari telah berganti

Bulan-bulan terlewati

Tahun pun pergi.

Tapi hari-hari tak luput duka

Bulan meninggalkan kehancuran

Tahun menceritakan nestapa

Memori tak rela pergi begitu saja

Tergambar rapi di dinding otak.

Ketakutan bagai mengusik nurani

Kegelapan bagi menyelimuti kalbu

Kehancuran bagai pengusa diri

Kematian bagai sahabat sejati.

Apalagi yang harus digambarkan

Cita-cita dirampas tanpa negosiasi

Tekat dijajah tanpa harapan

Apalagi hidup dipenjara tanpa ampun.

Hanya kembali ke alam

Semesta ilahi dan alami

Tempat bertedu sejenak

Menimba kemenangan sejati

Sebelum melangkah jauh

Memenangi pertarungan dunia.

)* Penyair Adalah Imam Diosesan Keuskupan Timika Yang Sedang Studi di Manila-Filipina.