oleh : Vegas Mario

mahasiswa STFT Fajar Timur

Adult hispanic catholic priest man over isolated background afraid and shocked with surprise expression, fear and excited face.

Di persimpangan jalan berbatu..

Menginjak tajamnya kerikil-kerikil batu..

Terasa kaki yang kaku melintasi batu…

Goresan merah dikaki telah terpadu…

Dewasaku menjadi gelapku dalam sendu…

Kehangatan kanak-kanak terhanyut oleh dewasa..

Dewasa yang mengajariku bercerita..

Kemana, darimana semua terjawab dalam merana..

Tiupan suling meredupkan suasana..

Sunyi, gelap, sendu, menjadi cahayaku..

Senyum polos, kehangatan, terjerumus dalam gelapnya ruangku…

Mata terbilang tuli, telinga terbilang buta yang tak terpadu..

Bertarung dalam pilu dan sunyi…

Kemerduaan-kemerduaan tak hadir dalam posisi ini…

Hati telah dingin diracuni situasi..

Sosial tinggi telah berbaur pada anti…

Senyum merosot kusut tak lagi pulih…

Keadaan menuntut bertubi-tubi..

Kuwalahan terus menjadi-jadi..

Dewasa ini tak berarti dalam makna inti…

Ternyata bahagia saat dewasa tak seindah hayalan masa kecil yang benih…

Takut, takut, takut…

Akankah aku dikuasai angin ribut…

Akankah rasa takut ini terbilang surut…

Selamanya atau sementara yang kurenggut..

Jangan kau adili aku disaat tak berdaya..

Jangan mencelakaiku diwaktuku membasahi pipiku yang mudah basah..

Biarkan aku mengusapnya dengan kain sutra..

Lepaskan aku dalam penjara…

Kuingin menikmati senja dengan secangkir nikmat..

Merajut senyum yang tak melarat…

Membiasakan dalam legahnya niat..