oleh : Mario Vegas

Mahasiswa STFT Fajar Timur

Katanya sejahtera tapi masih saja menderita….

Rupiah kebahagiaan semata….

Setara tak lagi tertata…

Berdarah, menderita, tangisan, dikelabui uang pembangunan…

Ah…Harmonis perlahan tertelan…

Manis bibir no, Tindakan…

Lahirlah anak negeri, namun diasingkan…

RIP Keadilan, diterkam tikus berdasi….

Iba diculik egois meraja…

Kemanakah jarum kesejahteraan?

Kemanakah ungkapan tawaria?….

Pendidikan kau hancurkan….

Kemakmuran ditelan perlahan-lahan….

Hak-ku  dikekang dalam permusyawaratan…

Haruskah aku bernada sama agar dianggap penurut?…

Pantaskah aku merana agar kau menilai salut?…

Masikah mesrah kedurjanaan yang berlarut-larut?

Aku bersuara, Aku dihukum…

Aku bertindak, Aku dilenyapkan….

Aku diam, Aku dipaksa…

Aku benar, Aku disalahkan…

Gotong royong konsep belaka…

persekongkolanmu melukai hati….

 suara emas cendrawasih kau selubungi….

Hikmah dianggap sampah tak berarti….

Membiadabkanku dalam gerigi kesadisan….

Tangisku dianggap candaan….

Penegak keadilan dianggap ancaman……