Sebuah puisi untuk Maybrat
Fr. Kamoka Dominikus D.N Kasipdana
Mahasiswa tingkat II STFT Fajar Timur

Jika bukan kasur empuk kami menaruh kepala kami,

mungkin di atas batu di dalam hutan belantara.

Ah hidup ini,

 

kenapa……..

Kenapa harus begini ?

Apa kita harus terus begini,

apa salah kami?

 

Merenung………..

Merenunglah……..

Hati ini sakit menjerit…..

Tidak ada henti-hentinya……

air mata ini, tidak sanggup menahan semuanya……

 

Siall……….

Sakit……

Sakit…….aaaaa……sakit…….

Mereka…..

Mereka……..

Mereka dikejar……

Rumah mereka dibakar……

Mereka lari entah kemana………..

Bagaimana……….

 

Ah……..sakit………

Bagaimana mereka bisa tidur…..

Bagaimana mereka Makan…..

Bagaimana dengan anakĀ² mereka…….

Apa orang tuanya harus berbohong…….

Apa yang mama, adik, bapa, kaka, lakukan…….

 

 

Aaaaaa……

Sakit………sakit hati ini…….

Sakit ini, sakit yang menyakitkan

……………..

 

Senin /11/September/@bukithening