Oleh : Okto Apintamon

Mahasiswa Tingkat IV STFT Fajar Timur

            Membangun psikologi pendidikan bagi generasi Z di Indonesia adalah penting karena perubahan tunggal yang terbatas dalam suatu masyarakat lokal biasanya terdapat pada bidang pendidikan rakyat khususnya bagi generasi Z di Papua saat ini. Usaha yang banyak menelan biaya ini sangat erat hubungannya dengan diri setiap warga-negara. Oleh sebab itu sangat penting untuk menjaga, bahwa sistem pendidikan bersifat se-efisien mungkin. Oleh karena psikologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang memperhatikan soal-soal penyelidikan secara ilmiah terhadap pelajar, efisiensi belajar, dan tehnik-tehnik tentang perbaikan praktik-praktik pendidikan, maka jelaslah bahwa ilmu ini menduduki tempat yang paling penting.(H.C. Witherington, Psikologi Pendidikan: 10).

Witherington, dalam bukunya Educational Psyhology terjemah M. Buchtori (1978) memberikan definisi psikologi pendidikan A systematic study of the process and factors involved in the Education  of human being is called education psychologi, yakni bahwa psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.

Istilah “proses” dalam difinisi-definisi tersebut tertutama proses yang disebutkan dalam definisi Witherington itu sesungguhnya amat sulit dipahami substansinya (watak isinya), karena sifatnya abstrak. Oleh sebab itu, menurut sebagian para ahli, definisinya yang langsung menyebutkan penyedilikan terhadap proses belajar atau mengajar akan lebih pas jika akan digantikan dengan manusia yang belajar atau mengajar. Apa bila anda sedang mempelajari atau memantau seseorang siswa yang sedang berpikir untuk memecahkan masalah matematika misalnya, maka yang pelajari sesungguhnya adalah siswa tersebut bukan prosesnya karena proses memikirkan soal matematika tersebut tidak mungkin dapat anda pelajari, lebih-lebih jika secara langsung. Anda hanya bisa menarik kesimpulan bahwa siswa tersebut sedang berpikir (memecahkan soal-soal matematika) dari fenomena (gejala-gejala) yang tampak pada diri siswa yang sedang anda pantau itu.

Penulis melihat dari pandangan witherington bahwa psikologi pendidikan merupakan ilmu pengetahuan yang kita mililki secara sistematis selain ilmu pengetahuan lainnya. Terutama kita mengenal teori-teori dan proses belajar mengajar dalam perkembangan manusia Z di Papua yang kita cintai. Psikologi pendidikan sangat abstrak sehingga kita tidak bisa mengerti secara baik, namun yang mesti kita ketahui dan alami adalah kita sendiri memecahkan persoalan sebagai suatu praktik. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan psikologi pendidikan bagi generasi Z di Papua?

Psikologi Pendidikan Bagi Generasi Z di Papua

            Puncak dari Generasi  Z adalah mulai dari tahun 1995-2012, dengan karakter yang berbeda dengan generasi  Body Bomeers, Y, X dan Alpha. Namun, semuanya ada perbedaan dan kesamaan dalam perkembangan setiap generasi. Oleh sebab itu, di sini penulis lebih melihat pada generasi Z di Papua saat ini. Agar supaya kita lebih melihat karakter juga perkembangan psikologi bagi generasi Z.  Karena psikologi pendidikan sangat penting dalam proses belajar mengajar bagi manusia itu sendiri. Namun, kalau kita melihat sepintas lalu karakter bagi generasi Z adalah seperti, ketergantungan teknologi khususnya sosial media membuat mereka suka dengan hasil instan dan cepat, cenderung keras kepala, dan selalu terburu-buru. Meskipun begitu generasi ini suka dengan tantangan baru namun haus akan pujian. Aktivitas sosial dan dan bergaul menjadi paforit mereka sehingga tidak mereka rela mengeluarkan banyak uang unuk bersenang-senang. (Tekno dan Sains 30 oktober 201812:43, Mengenal Karakter 5 Generasi: Baby Bomeers, X,Y, Z dan Alpha).

Sudah cukup jelas bahwa generasi Z adalah generasi yang ada bersamaan atau hidup dan berada bersamaan dengan teknologi informasi itu muncul, yakni facebook internetan dan sebagainya. Hal ini membuat kita generasi Z ini hidup dalam mental instan dan tidak belajar serius dan lain-lain.  Juga sudah terlihat bahwa kita di Papua secara umum mental belajar atau mengajar terburu-buru karena adanya, hadirnya media sosial. Oleh sebab itu, psikologi pendidikan membantu kita terutama bagi generasi Z di Indonesia dalam proses belajar dan juga mengajar. Agar supaya generasi ini tetap belajar dan bertanggung jawab dalam setiap proses belajar dan mengajar dalam setiap praktik-praktik dan juga teori-teori yang ditemukan oleh setiap manusia.

Dalam hal ini, penulis berpikir bahwa psikologi pendidikan sangat membantu dalam pembentukan pribadi manusia itu untuk dapat belajar berproses. Berproses berarti siap bertanggung jawab atas persoalan yang dihadapi oleh manusia itu sendiri. Bagi kita generasi kelahiran tahun 1995-2012,  (Z) merupakan generasi yang  memang hidup dalam situasi yang baru berkembang adanya media sosial, sehingga mental harus diolah dengan psikologi pendidikan. Agar  generasi yang ketergantungan dengan media sosial juga terburu-buru bisa dapat sadar dan ikuti perkembangan zaman yang ada dan sedang berkembang.

Dengan demikian solusi yang penulis merasa baik untuk generasi Z adalah pertama mesti harus ada kesadaran dari generasi ini, agar semua tantangan hidup mereka atau kita generasi Z di Indonesia  boleh dapat sesuaikan dengan adanya perubahan zaman. Kemudian pentingnya membangun prinsip hidup dari generasi itu sendiri. Agar kita mempertahankan prinsip hidup itu sesuai dengan harapan dan cita-cita.  Dan juga pentingnya hidup berpikir kritis dengan adanya perubahan zaman agar hidup ini teratur dan mantap.

Sumber:

  1. C. Witherington, Psikologi Pendidikan. Diterjemahkan oleh M. Buchori M.ED. Cetak.IV, 1986
  2. Https:// kumparan. Com, 30 oktober 2018 12:43 Mengenal Karakter 5 Generasi: Baby boomers, x, y, z, dan Alpha
  3. Https://m. liputan6.com Bersiap XYZ day 2018, Cek beda Karakter 3 Generasi X, Y, dan Z. Oleh Novi Nadya pada 09 April 2018, 16:25 WIB

 

editor : Melpianus Uropmabin