Pater Cornelis  Josephus Johannes Maria Meuwese, MSC atau dikenal dengan sebutan Pater Cees lahir di Tilburg (Belanda) pada 23 November 1906. Pater Cees adalah seorang misionaris Hati Kudus di Nieuw-Guinea Belanda (sekarang dikenal dengan sebutan Papua).

Pater Meuwese ditahbiskan menjadi imam pada 10 Agustus 1933. Setahun kemudian setelah ditahbiskan, ia pergi pada 1934 sebagai misionaris Hati Kudus ke Papua. Setelah bekerja selama dua setengah tahun di Babo di pantai barat Papua, ia berangkat ke lembah Sungai Mappi yang masih belum dikenal pada 1937. Awalnya ia ditugaskan sebagai pastor di Tanah merah. Namun sebelum ke Tanah Merah ia sempat menjadi misionaris katolik untuk orang Yaqhai dan Auyu. Dari sini ia melakukan perjalanan menyusuri sepanjang pantai dan pedalaman. Pada 4 September 1948, bersama Pastor Jan Verschueren, MSC, ia melakukan perjalanan mengintari kampung-kampung orang Yaqhai dan Auyu. Selama melakukan perjalanan itu, ia menemukan sungai baru, yang dibuka pada 6 September 1948, bertepatan dengan penobatan Ratu Juliana sebagai ratu negeri Belanda. Di kemudian hari sungai tersebut diakui oleh pemerintah Belanda dengan sebutan Sungai Ratu Juliana.

Pater Meuwese, MSC adalah pastor yang membuka peradaban baru bagi suku Yaqhai dan Auyu. Pater Meuwese bekerja di antara orang Papua selama 24 tahun. Kemudian dia memberikan banyak kuliah tentang hal ini dan diterbitkan di sejumlah jurnal profesional, termasuk Catholic Illustration dan mingguan Elseviers. Pater Cees Meuwese termasuk dalam kelompok misionaris MSC gelombang kedua yang datang ke Papua termasuk bersama Henricus Geurtjens, Jos van der Kolk dan Petrus Vertenten. Pater Cees menulis banyak tentang kebudayaan suku Yaqhai dan Auyu. Pengetahuan itu sangat penting bagi pengetahuan budaya dan dialek di pantai selatan papua khususnya orang Yaqhai dan Auyu. Pater Meuwese meninggal dunia kota Tilburg  pada 26 November 1978.

 

Oleh Sdr. Vredigando Engelberto Namsa, OFM

Editor : Fr. Juan Izak