Selasa, 24 Agustus 2021, Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapa, Kabupaten Diyai yang masuk dalam wilayah keuskupan Timika, merayakan ulang tahunnya yang ke-7 sekaligus pemindahan gedung kampus baru dari Waghete ke Damabagata. Sebelumnya, STK meminjam tiga ruangan SMP YPPK sebagai tempat proses belajar-mengajar.

Acara ini dihadiri oleh Pastor Dekan Dekenat Paniai dan Tigi, para pastor dan beberapa perwakilan umat dari Dekenat Paniai, Tigi dan Kamu-Mapia, Ketua Yayasan Emawaa Owaada, Ketua Sekolah, kepala Distrik Tigi Timur dan seluruh tamu undangan.

Acara tersebut diawali dengan pemotongan pita oleh Lukas Doo selaku kepala Distrik Tigi Timur mewakili pemerintah Kabupaten Deiyai. Pemotongan pita ini sebagai simbol bahwa gedung STK secara sah telah diresmikan.  Setelah itu, dilanjutkan dengan ibadah pemberkatan gedung dan misa.

Misa dipimpin oleh Pastor Dekan Dekenat Tigi, Damianus Yawina Adii, Pr. Dalam khotbahnya, Pastor Dami mengajak pihak penyelenggara STK dan semua umat agar tidak boleh ragu dengan kehadiran STK di Damabagata.

“Pada hari ini STK sudah kembali ke tempat yang sebenarnya. Sang Touye Paapa (Cahaya Ilahi) hari ini bercahaya di sini, di tempat di mana mendiang Mgr. Herman Muninghoff memberikan krisma pertama kepada umat di Meeuwo. Pada saat itu, lokasi ini telah diserahkan oleh para orang tua pemilik hak ulayat kepada Gereja dan ditetapkan sebagai tempat pendidikan. Oleh karena itu, jangan ragu. Tempat ini akan menjadi tempat pendidikan yang baik”, tutur dosen pengampu mata kuliah kristologi ini.

Sementara itu, Ketua sekolah, Oktovianus Pekey, dalam sambutannya sangat optimis kehadiran STK Touye Paapa kelak akan membawa perubahan di Meeuwo khususnya dan Papua umumnya. “Kata orang, pedalaman itu daerah yang belum maju. Padahal, jika disadari, orang pedalaman sebenarnya sudah dan bisa hidup mandiri. Mereka mampu membangun diri mereka sendiri. Namun, seiring perkembangan zaman, orang Mee mulai mengalami berbagai krisis, salah satunya krisis pendidikan. Dalam kondisi itu, Gereja Keuskupan Timika dan Tim Pastoral di Meeuwo mulai memikirkan pentingnya menangani masalah ini. Dengan maksud itu maka didirikan Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapa ini”, ujar alumnus STFT Fajar Timur ini.

Ketua Yayasan Emawaa Owadaa, Yohanes You, menyampaikan ucapan syukur dan terimakasih kepada Tuhan, leluhur dan semua pihak yang telah menghendaki STK boleh didirikan di Damabagata. Menurut beliau, STK hadir di tempat ini dalam rangka bukan untuk coba-coba atau tes-tes. “Sekolah ini dinamakan Touye Paapa artinya Cahaya Ilahi. Maka, dari sekolah tinggi ini orang harus dididik dan pergi mewartakan karya keselamatan Allah ke seluruh dunia. Gedung baru ini adalah aset milik Keuskupan yang telah diserahkan kepada Yayasan Emawaa-Owadaa. Proses pembangunan selanjutnya akan dikoordinasi dengan berbagai pihak”, tutur mantan wakil bupati Paniai ini.

Pada kesempatan yang sama, kepala Distrik Tigi Timur, Lukas Doo, sangat mengapresiasi kehadiran STK di wilayah administrasinya. “Sebagai kepala distrik, saya menyampaikan selamat datang kepada STK Touye Paapa di Kampung Damabagata. Saya juga menghimbau agar seluruh masyarakat di sini bersama-sama menjaga keamanan. Sebagai umat katolik, kami umat dari tujuh stasi yang ada di wilayah Paroki Damabagata juga telah menerima dengan sepenuh hati. Jangan takut tinggal di tempat ini. Di sini aman”, ucap alumnus SMP YPPK Santo Antonius Nabire ini.

Menyangkut tempat tinggal, beliau akan menyerahkan dua gedung untuk ditempati sementara. “Sambil menunggu pembangunan asrama, saya akan menyerahkan dua gedung untuk sementara ditempati oleh mahasiswa yang datang dari daerah-daerah yang jauh. Saya juga akan berupaya membangun komunikasi dengan pemerintah agar segera menyediakan gedung baru asrama”, tambahnya.

Acara kemudian diakhiri dengan ramah-tama dan santap siang bersama (25/8).

Laporan : Aris Yeimo

Editor  : Juan Izako