Cipt. Mario Vegas Rua Riwu

mahasiswa tingkat II STFT Fajar Timur

Janji para berdasi bersifat metafora…

Kadangkala bersifat eksotis

Hingga banyak yang miris terjebak dalam manipulasi..

Namun semua itu rekayasa bibir…

Tak ada tindak nyata yang hadir….

 

Di depan kaum tak berdasi…

Mereka mengemis bak meminta nasi…

Demi meraih poin keuntungan….

Demi merenggut jabatan…

Demi meraih rupiah.

Demi menduduki kursi mewah…

banyak sandiwara yang mereka tabur…

 

Demi mendapatkan akur….

Sudah tak elok lagi sulaman yang terbilang nikmat dan nyaman…

Semua tinggal dalam penjara angan…

Inikah pembuktiaan bibir manismu yang tak pahit?

Inikah kesimpulan baik yang kau rajut?