Anselmus Belau

Mahasiswa Tingkat II STFT Fajar Timur

Manusia takut kepada virus dan menciptakan virus ketakutan dalam dirinya. Hal ini berkenaan dengan mendunianya virus corona yang kemudian mematikan banyak nyawa manusia  dan, telah muncul corona virus disease 2019 (Covid-19).  Akhir tahun 2019 virus ini tidak dilenyapkan hingga berumur kurang lebih setahun. Akibat dari virus ini, telah melenyapkan ribuan nyawa manusia di dunia hingga sampai di Indonesia. Karena ketakutan terhadap virus yang ganas ini, manusia semakin ketakutan hingga semua aktivitas dalam bidang kehidupan manusia dipersempit. Lalu dengan adanya virus ini, manusia semakin menjaga jarak hingga menyangkal cinta dan jiwa sosialnya sebagai eksistensi yang beradab, sebab manusia adalah makhluk yang mendasari berjiwa sosial masyarakat. Istilahnya adalah tanpa orang lain kita tidak bisa hidup tanpa mereka.

Secara manusiawi  ketakutan merupakan suatu hal yang wajar namun,  ketakutan itu semakin hari semakin melemahkan diri setiap manusia. Sehingga secara psikologis, ketakutan menjadi virus yang telah bertumbuh dan berakar dalam diri setiap manusia manusia. Virus ini merusak mentalitas manusia sehingga berpengaruh pada kebebasan pribadi untuk melakukan aktivitas yang diinginkannya. Dan dalam menjalani kehidupan akan menimbulkan ketidaknormalan pada pertumbuhan dan integritas pribadi yang sesungguhnya. Dengan demikain  ketakutan harus dihindari dalam kehidupan sosial masyarakat. Supaya dalam menjalani hidupa inipun jalani dengan bebas sambil menjaga protokol kesehatan yang telah dibuat oleh pihak yang bersangkutan.

Apa Itu Virus?

Menurut Wikipedia, virus merupakan agen infeksi berukuran kecil yang ber-reproduksi di dalam sel inang yang hidup. Sel ini dipaksa untuk menghasilkan ribuan salinan identik virus asli dengan cepat. Cara penyebaran virus pun bervariasi antara setiap makhluk hidup. Dengan demikian virus corona juga merupakan suatu virus tertular yang telah merajah lelah dan merenggut ribuan nyawa manusia di dunia ini. Virus Corona ini adalah salah satu dari ribuan virus menular yang dapat menular melalui udara yang kemudian menyerang sistem pernapasan manusia. Sehingga dengan demikian dapat menyebar dengan cepat hingga mencakup seantero dunia. Cakupannya hingga seantero dunia ini, berjalan seiring dengan merenggut nyawa manusia. Oleh karena itu menciptakan ketakutan dalam diri setiap manusia. Dengan demikian ada realitas bahwa orang saling menegur ketika tidak mengindahkan protokol kesehatan. Saling menegur ini berangkat dari ketakutan yang menjadi virus yang memenjarah di dalam diri manusia tersebut.

Apa Itu Ketakutan?

Menurut KBBI ketakutan merupakan perasaan kegelisahan/kecemasan/kekhawatiran. Maka ketakutan adalah suatu perasaan manusia sebagai respon terhadap suatu peristiwa. Perasaan takut secara manusiawi merupakan suatu hal yang wajar. Namun perasaan ini semakin bertumbuh dalam kehidupan sosial masyarakat, pasti dengan sendirinya akan menular dari satu manusia ke manusia lain agar tetap takut pada suatu hal yang menjadi dasyat. Misalnya karena penyebaran virus corona, banyak jiwa manusia korban sehingga dengan demikian semua manusia takut akan kematian yang diakibatkan oleh virus corona.

Banyak media telah mempublikasikan peningkatan jumalah manusia yang telah korban akibat virus corona. Hal ini membuat manusia cemas, gelisah, dan khawatir. Perasaan-perasaan ini bertuumbuh dalam diri manusia sehingga secara tidak langsung mempengaruhi mentalitas manusia yang sesungguhnya. Jika hal ini telah merusak mentalitas manusia maka manusia bertumbuh secara tidak normal artinya tidak lagi hidup sebagai manusia bebas. Dan juga dengan ketautan ini kebebasan manusia dibatasi baik dengan aturan-aturan tertulis maupun secara lisan oleh sesama di sekitar kita.

Apa Itu Virus Ketakutan?

Virus ketakutan ini juga telah penulis singgung di atas bahwa ketakutan manusia mengingatkan manusia lain untuk tetap takut pada hal atau peristiwa yang menjadi dasyat dalam kehidupan sosial masyarakat. Ketakutan akan virus corona menular juga dengan cepat dari satu individu kepada satu individu, individu kepada kelompok dan kelompok kepada kelompok hingga ketakutan ini mendunia pula. Mendunianya perasaan takut ini merupakan virus bagi mental yang mempengaruhi pikologi manusia agar tumbuh dan berkembang dalam tekanan. Karena ketakutan yang berlebihan, pemerintah juga mengeluarkan banyak aturan yang dapat membingungkan masyarakat. Aturan yang ketat sedemikian rupa itu juga secara tidak langsung menumbukan virus ketakutan dalam diri manusia. Virus ketakiutan ini sangat berbahaya bagi pertumbuhan manusia daripada takut kepada virus. Virus ketakutan sangat berbahaya karena berkaitan dengan psikologis manusia.

Oleh karena itu dengan peristiwa penyebaran Covid-19 yang mendunia dan menerkam  ribuan nyawa manusia ini, membuat manusia takut dan cemas. Ketakutan dan kecemasan yang dialami oleh setiap manusia ini, kemudian diperteguh dengan aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah maupun pihak yang terkait sebagai protokol covid-19. Ketakutan ini dapat dialami oleh setiap manusia sehingga saling mempengaruhi dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikina menjadi virus ketakutan yang kemudian mempengaruhi psikologis manusia. Hal ini bukan berarti, penulis melawan aturan atau protokol kesehatan yang dibuat oleh pihak  tertentu melainkan penulis menyarankan kepada setiap manusia agar tetap kuat dalam menyikapi peristiwa dasyat yang sedang berlangsung ini agar tetap untuk melawan Virus ini dengan Iman akan Tuhan. Kita orang beriman berarti percayalah pada Allah maka Ia akan selalu dan senantiasa memberikan kesempatan untuk hidup dan menikmati berkat yang selalu Ia berikan pada kita.

Dengan demikian penulis menyarankan kepada pemerintah agar tidak menakut-nakuti masyarakat dengan berita-berita palsu di media sosial. Kemudian penulis menyarankan juga agar tidak mempublikasikan berita hoax tentang peningkatan pasien yang terjangkit covid-19. Kemudian juga penulis sarankan agar menggunakan alat cek covid-19 dengan baik,  yang kemudian bisa mendeteksi eksistensi corona bukan karena gejala pilek. Lalu disarankan kepada segenap umat manusia yang saya kasihi bahwa hindari ketakutan yang berlebihan terhadap tekanan-tekanan dan isu-isu hoax yang menyebar. Kemudian menyikapi dengan kuat dan menaruh harapan kepada Tuhan. Takutilah terhadap Tuhan dan berdoalah bagi-Nya sebab keselamatan bagi setiap manusia ada pada Dia yang menciptakan. Oleh karena itu,  bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. Kemudian juga agar jangan membagi ketakutan kepada orang lain untuk menakuti ketakutan yang dihadapi oleh anda sendiri agar tidak menjadi virus dalam kehidupan sosial masyarakat. ***

editor : Melpianus Uropmabin