JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM. Dalam rangka HARI BUMI INTERNASIONAL SEDUNIA 22 April 2021, Orang Muda Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena dibawa koordinator Kepemudaan Dewan Pastoral Paroki mengadakan kegiatan penyuluhan dengan tema” cara menanam pohon yang tepat”. Kegiatan dengan tujuan menyelamatkan bumi Papua dengan nada menanam satu pohon menyelamatkan seribu orang  ini bertolak dari Ensiklik Laudato Si Paus Fransiskus, Laudato Si bertepatan dengan Hari Bumi Internasional 22 April 2021. Kegiatan penyuluhan ini berlangsung di Aula Paroki KTD Waena, (Selasa, 20/04/2021).

Photo Doc: Bapak Piter Roki Aloisius sedang memaparkan materi di Aula Paroki KTDW, (Selasa, 20/04/2021).

Kegiatan penyuluhan ini menghadirkan pemateri Bpk. Piter Roki Aloisius. S. hut, M.Si terkait cara menanam pohon yang tepat. Bapak Piter dalam pemaparan materinya mengajak orang muda Katolik untuk merefleksikan betapa pentingnya pohon bagi kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Karena itu penting untuk  memahami arti, fungsi dan makna pohon dalam hidup manusia. Seperti halnya pohon penghasil oksigen murni demi hidup makhluk hidup, selain pohon sebagai sumber papan, menahan air hujan, fungsi klimatologis ketika dihadapkan dengan pemanasan global dan lainnya. Bpk Aloisius juga mengajak orang muda Katolik untuk melihat akibat-akibat yang di alami manusia saat ini khususnya berhubungan dengan ula manusia terhadap alam. Hal ini berangkat dari situasi dan lingkungan bumi Papua yang sedang menuju deporestasi dan tekanan polusi akibat penebangan hutan yang sering mengalami bencana. Adanya perencanaan pemekaran wilayah provinsi baru juga menjadi ancaman eksploitasi hutan Papua kedepan.

Usai mengakhiri penyuluhan, dalam wawancaranya di media ini, Bpk Aloisius mengatakan pentingnya upaya serius dari semua pihak untuk menjaga kelestarian hutan di lingkungan Jayapura dan Papua pada umumnya menjadikan alam sebagai sumber hidup. Ia juga mengharapkan agar orang muda Katolik Waena terus mengupayakan aksi-aksi seperti ini terlepas dari kegiatan gereja ” luar biasa bahwa orang muda Katolik Waena melakukan terobosan baru dalam aksi menyelamatkan lingkungan di sekitar kota Jayapura, karena beberapa tahun kemudian kota Jayapura akan mengalami kekeringan sumber air akibat kekurangan pohon, ucapnya.

Bersumber pada ajaran gereja Katolik, Paus Fransiskus dalam ensikliknya Laudato Si,  mengritik konsumerisme dan pembangunan yang tak terkendali, menyesalkan terjadinya kerusakan lingkungan dan pemanasan global, serta mengajak semua orang di seluruh dunia untuk mengambil “aksi global yang terpadu dan segera”. yaitu Kepedulian untuk rumah kita bersama”.
Dalam pemaparan materinya, Berdasar pada ajaran gereja Katolik.

Bersumber pada ensiklik Laudato Si” koordinator Kepemudaan Dewan Pastoral Paroki Kristus Terang Dunia Waena (Silvester Kudiai) mengajak orang muda Katolik untuk menempatkan alam sebagai nafas hidup mahkluk hidup dalam nada “Menanam Satu Pohon Menyelamatkan Seribu Orang” yang sedianya akan dilakukan aksi nyata bertepatan dengan Hari Bumi Internasional 22 April 2021.

Bertepatan dengan Hari Bumi Internasional 22 April 2021. Sebagai aksi nyata dari penyuluhan ini juga Orang Muda Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena mengagendakan selain penanaman pohon disekitar lokasi Gua Maria Buper-Waena, juga akan melakukan aksi Seribu lilin untuk korban bencana alam di Ndugama, NTT, dan aksi solidaritas mengunjungi umat Katolik di Koya Koso, tuturnya.

Lebih lanjut, Kudiai juga mengatakan tujuan dari junjugan ke Koya Koso adalah bangun pagar. Kegiatan ini berkolaborasi dengan pemuda-pemuda termasuk KMK di lingkungan kampus.  Semua ini bertujuan menjadikan ajaran Yesus Kristus rentang Solidaritas untuk menyentuh sesama dan alam sebagai rumah kita bersama. Kedepannya kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin, harapnya.

 

Reporter:  Erick Bitdana