KEBADABY: ‘JADI TUMBAL DI JALAN KEBENARAN’

Minggu Palma, 14 April 2019 12.15 WIB;
Adalah HARI KELABU bagi pencinta perdamaian. Tokoh pendamaian RD. Dr. Neles Kebadaby Tebai, Pr. berpulang;
Bukan berpulang ke dusunnya Mauwa;
Tapi berpulang selamanya ke rumah Bapa.

Alam semesta Papua diam membisu;
Langit biru ditutupi awan gemawan;
Dedaunan melambai tanda perpisahan;
Unggas udara pun diam membisu;
Ikan udang di samudera Papua berhenti sejenak;
Semua hening meratapi kepergianmu.
Dalam keheningan Papuana Papuani bertanya: ‘Siapa gerangan pencabut nyawamu?’
“Jatuh ditimpa manusia seringala?”
Demikianlah abdi Tuhan bersaksi;
Nyawamu dicabut bukan karna buat salah;
Nyawamu dikhianati bukan karna dusta;
Tapi dikau Jadi Tumbal di Jalan Kebenaran;

Di kala Minggu Palma Yesus dielukan-elukan sebagai Raja masuk Yerusalem;
Demikian pula dikau disambut penghuni Surga di Minggu palem itu;
Disambut sebagai tokoh perdamaian;
Suasana Surga bergegap gempita menyambutmu;
Tapi suasana bumi Papua diam membisu kala itu;
Dikau mengoreskan luka di atas luka yang membara;
“Mari tong bicara dulu” sudah tak lama terdengar lagi;
Alam raya Papua rindu suaramu berkumandang lagi;
Tapi apa daya ‘kerinduan tinggallah kerinduan’;
Sudah dua tahun suaramu tak bergema lagi;
Tapi suaramu lebih bergema kuat di alam lain;
Dikau bersama abdi Tuhan lain bekerja luar biasa bagi kami;
Demikian abdi Allah bersaksi;
Jejakmu berbicara dikau pencinta kedamaian;
Tapi kini jejakmu ditutupi rumput;
Jalanmu kini tinggallah kenangan;
Tapi dikau bersama abdi lain bekerja bagi kami;
Roh jiwamu bersama kami di Jalan Tua;
Jembatan lama sudah dipotong tatkala dikau pergi;
Tapi ada jalan lain bebas hambatan dibuka oleh Tuhan setelah kepergianmu;
Seperti nama aslimu “Kebadaby” – “terbukalah”;
Di ujung jalan jejakmu mentari kian merakah;
Dikau jadi tumbal di ‘Jalan Kebenaran’;
Tapi akhirnya ‘Kebenaran’ itu pasti kalahkan s’muanya indah pada waktu-Nya.

Jayapura,14 April 2021 jam 17:26

Penyair: SELPIUS BOBIIĀ (Koordinator JDRP2)