JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM. Polisi dan Brimob usai melakukan pembubaran paksa di Museum Exspo Waena, Brimob dan Polisi Indonesia terus berjaga-jaga di sekitar halaman dalam dan halaman luar Museum Exspo. Karena Kegiatan di Museum Ekspo dibubarkan, maka Panitia pelaksana mengarahkan peserta dan pemateri untuk menuju ke Asrama Tolikara. Tidak lama kemudian, Polisi dan Brimo kembali mengepung Asrama Tolikara hari ini (Sabtu, 27/03/ 2021).

Setelah berkhirnya kegiatan Seminar Nasional: “Mancari Jalan Tengah Penyelesaian Pelanggaran HAM di Tanah Papua” yang bertempat di Asrama Tolikara, Ekspo – Waena, Jln. Yoka
sekitar pukul 15: 15 s/d 16. 00 waktu Papua.

Di asrama Tolikara kegiatan Seminar Nasional dengan tema “Jalan Tengah Penyelesaian Pelanggaran HAM di Tanah Papua” dilaksanakan dengan pemateri:
1. Ibu Latifah Anum Siregar dari Aliansi Demokrasi Papua (ALDP)
2. Dr. Ibrahim Peyon (Akademisi)
3. Yops Itlay (Presiden Mahasiswa Universitas Cenderawasih

Kegiatan seminar bejalan lancar dan aman. Namun dalam di saat selesai kegiatan, Brimob dan Polisi Indonesia berdatangan. Mereka mengepung Asrama Tolikara.

Dan berikut adalah kronologisnya.
Sekitar pukul 11: 20 – 14: 45 Kegiatan Seminar dimulai pukul 11.20 Waktu Papua. Pemateri memaparkan materi mereka tentang pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Dan bagaimana mencari Jalan Keluar Penyelesaian Pelanggaran HAM di Papua. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan session Tanya jawab, antara peserta dan pemateri.

Sekitar pukul, 14: 40, moderator mengarahkan peserta yang hadir mengusulkan rekomendasi-rekomendasi. Kemudian, akhir dari rekomendasi-rekomendasi, disimpulkan oleh moderator.

Pukul, 14: 45, kegiatan seminar selesai dilaksanakan. Pemateri dan Peserta diarahkan untuk foto dan makan bersama. Pukul 14.45 – 15.15 WP
Peserta dan Pemateri meninggalkan tempat kegiatan. Pukul, 15.15 – 16.00 WP
Saat peserta dan pemateri meninggalkan tempat kegiatan, tiba-tiba Polisi dan Brimob berpakaian lengkap (tameng, senjata) menggunakan 18 mobil (Truk Dalmas, Panser, barakuda dan water canon) serta motor-motor, mobil-mobil intel, mereka langsung mengepung Asrama Tolikara. Polisi dan Brimob berbaris langsung di depan pintu keluar dan pintu masuk utama. Kehadiran mereka membuat suasana panik.
Penghuni dan Pengurus Asrama Tolikara langsung mengamankan situasi, bernegosiasi dengan pihak Birmob dan Polisi. Dari pukul 15.15 – 16. 00 waktu Papua, Polisi dan Brimob mengepung asrama Tolikara. Setelah itu, bernegosiasi dan bersitegang dengan penghuni asrama, maka pihak Brimob dan Polisi akhirnya pergi. Mereka tidak diperkenankan masuk ke dalam pagar asrama (Kaitanus Ikinia Ketua).

Publisher: Erick Bitdana