Mengenang Kisah Sengsara Yesus: OMK Kristus Terang Dunia Waena Gelar Visualisasi Jalan Salib

JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM. Oranguda Katolik (OMK) Paroki Kristus Terang Dunia Waena menggelar visualisasi jalan salib untuk mengenalkan kembali peristiwa penderitaan dan Wafat Yesus Kristus.

Visualisasi yang digelar di Aula Ignatius Gereja Kristus Terang Dunia, Waena, Perimbas 2, Jumat (26/3/2021) itu disaksikan ratusan umat Katolik paroki setempat. Visualisasi yang dimulai pukul 17.20 WP hingga pukul 20.00 WP itu berlangsung penuh haru.

Sebanyak kurang lebih 30 orang OMK mampu membawakan peran demi peran dari kisah sengara Yesus dengan apik. Visualisasi itu diceritakan dengan begitu detail, mulai dari Yesus dikhianati oleh Yudas, Yesus ditangkap, dibawa ke Istana Hanas, dihadapan Pontius Pilatus, Yesus disalibkan bersama dua orang lain hingga Yesus tersalib diatas Kayu Salib.

Properti yang digunakan beragam, mulai dari kursi dan miniatur bukit Golgota tempat Yesus disalibkan, kemudian dua buah kayu salib dengan berat mencapai 60 kilogram untuk menyalibkan Yesus, dan salib yang dipanggul pemeran Yesus seberat 30 kilogram, selain itu properti lain berupa tombak, spanduk , silih dan busana yang lekat dengen gambaran kisah Yesus saat itu, para prajurit hingga rakyat mereka Pakai pakaian adat seluruh Nusantara.

Umat pun terlihat khusuk dalam mengikuti devosi Jalan Salib ini. Bagi umat Katolik peristiwa wafatnya Yesus Kristus disebut dengan hari Jumat Agung.

“Herry Lefaan Samosir, selaku Sutdarah dalam Drama Jalan Salib, mengatakan bahwa, Selama latihan yang saya tekan pertama adalah disiplin untuk hadir tepat waktu dan yang berikut adalah disiplin menguasai peran masing-masing, sehinggah menghayati peperang berarti dia akan bermain dengan baik dan tidak mengganggu teman lain, karena kalau tidak disiplin dan tidak pahami kemudian tidak memahami itu peran berarti dia akan mengganggu peran yang lain”. Kata Herry

“Kesempatan yang sama, Kelly Meaga, Selaku Ketua OMK, mengatakan bahwa, kami OMK Kristus Terang Dunia Waena sangat bersyukur kepada Tuhan karena jalan salib hidup ini berjalan dengan baik dan kami sangat senang sakali karena disini teman-teman semangat berperan walaupun situasi pandemik tapi kita tetap latihan menjalankan Kisah sengsarahnya dari Tuhan kita Yesus Kristus sendiri, dimana kisah itu juga kita mengenalnya kembali dengan sesi budayah dari kami masing-masing daerah di Papua maupun luar dari Papua. Kami juga mengangkat itu karena semua orang di Papua maupun di dunia mereka nonton di Youtobe bahwa Kisah sengsarah Yesus ini bukan hanya untuk orang Papua dan orang Indonesia saja tetapi Yesus mati diatas Kayu Salib untuk semua umat manusia di dunia.

“Lanjut Meage, Selama proses latihan berjalannya memang banyak sekali lika-liku yang kita lewati dimana teman-teman semua dari latar belakang yang berbeda-beda dan kebutuhan yang berbeda-beda, dan juga dari latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, ada yang masih SMP, SMA, dan masih kuliah tapi teman-teman bisa menyesuaikan semua kesibukan itu dan kami kembalikan kepada teman-teman, konsisten bahwa teman-teman ingin bermain, teman-teman harus pokus, dan teman-teman harus tanggung jawab dengan peran teman-teman masing-masing bukan hanya teman-teman yang berperan sebagai pameran tapi teman-teman yang di belakang layar dan juga multimedia karena dia tidak bisa sukses tanpa kerja sama yang baik, misalnya kami kurang satu orang berarti sama saja semuanya tidak berjalan dengan baik jadi kami menanamkan itu kepada teman-teman bahwa semua kita disini penting, kita harus saling membantu mendukung untuk mensukseskan demi kebesaran nama Tuhan. Tuturnya Meage

 

Pewarta Theo B. Iyai

Publisher: Antonius Tebai