JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM. ‘Antara Minggu 4 April jam 12 siang sampai dengan Jumat 14 Mei 2021 jam 12 siang’ Thema: “Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan” (Mazmur 126:4; 80:19)
Bahwa sesungguhnya manusia adalah gambaran Allah yang kelihatan di bumi (Kej 1:27).

Manusia berkodrat luhur, suci dan mulia. Namun ketika kejatuhan manusia pertama (Adam dan Hawa) ke dalam
dosa, manusia yang berkodrat asali: luhur, suci dan mulia itu dikotori atau dinodai sehingga kemuliaan
Allah hilang dari hadapan manusia. Untuk memulihkan kembali hubungan manusia dengan Allah yang
sudah lama terputus, maka Allah membangun hubungan dengan nabi Abraham untuk mempersiapkan
jalan bagi ke datangan Yesus sebagai Adam baru yang menjadi Tuhan dan juru-selamat umat manusia.

Bahwa dalam perjalanan sejarah bangsa-bangsa di dunia, telah melakukan berbagai macam dan bentuk pelanggaran kejahatan terhadap insan manusia yang adalah segambar dan serupa dengan Allah itu. Beragam kejahatan melanda dunia mengakibatkan milyaran manusia bersimpah darah dalam
perjalanan sejarah dunia. Lebih khusus lagi dalam perjalanan hidup bangsa Papua; manusia Papua tidak
dihargai dan dihormati sebagai insan manusia. Kejahatan kemanusiaan kepada bangsa Papua berawal
dari aneksasi bangsa Papua ke dalam NKRI secara sepihak untuk menjajah dan menjarah.

Bahwa untuk memulihkan kembali Hak Asasi Manusia Papua dalam segala bidang kehidupan, termasuk hak politik ‘penentuan nasib sendiri sebagai sebuah bangsa’ dan untuk memulihkan hubungan yang rusak antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam lingkungan (termasuk leluhur) dan
memulihkan kembali hubungan dengan Allah Tritunggal, maka pada 21 Maret 2021, Tuhan melalui abdi-Nya memerintahkan kepada bangsa Papua mengambil Masa Perkabungan Nasional selama 40 hari 40 malam untuk membayar harga kemerdekaan Papua secara jasmani dan rohani. Masa tenang 40 hari 40 malam ini harus dijalankan oleh setiap orang asli Papua di mana saja berada untuk memulihkan diri:
BERTOBAT, BERDAMAI dan BERSATU dalam kehendak Tuhan menuju zaman bahagia Papua.

Bahwa sesuai petunjuk dari Tuhan melalui Roh Kudus, Doa Puasa 40 hari 40 malam itu dilakukan antara tanggal 4 April sampai dengan 14 Mei 2021; Dengan mengikuti ketentuan yang telah
ditentukan Tuhan melalui penglihatan berikut ini: Doa Puasa dibuka pada jam 12 siang dan 12 malam (artinya jam makan-minum secukupnya pada setiap jam 12 siang maupun malam); Sedangkan jam-jam doa khusus adalah jam 12 siang dan 12 malam, jam 6 pagi dan 6 sore, jam 3 sore dan 3 subuh, jam 9
pagi dan 9 malam. Nats Kitab Suci (Matius 11:2-19; Yunus 3:1-10; Yesaya 1:18).

Selama masa puasa menahan emosi, jauhi perbuatan jahat, fokus kepada Tuhan, boleh beraktifitas, tetapi tidak melakukan pekerjaan berat yang mengganggu konsentrasi pemulihan diri menuju pemulihan bangsa Papua. Bagi
yang memandang remeh puasa ini, akan diremehkan juga oleh Tuhan pada waktu-Nya. Bagi yang tidak serius Doa Puasa dan tidak bertobat tidak akan diberi kesempatan masuk ke Tanah Suci Papua.

Demikian ‘deklarasi’ ini kami keluarkan untuk diketahui dan HARUS dilaksanakan oleh orang asli
Papua di mana saja Anda berada. (Pembukaan Puasa akan dipimpin para hamba-Nya). Ada tertulis: Apa
yang tidak mungkin bagi manusia,mungkin bagi Allah (Luk 18:27). Jika Allah dipihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Rom 8:31).
Port Numbay – Jayapura – Papua: Jumat, 26 Maret 2021 jam12 siang

SELPIUS BOBII
(Koordinator JDRP2)
(Mohon difoto copy dan disebar-luaskan berita paling penting ini sampai di kampung-kampung terpencil di Tanah Papua dan di rantauan di mana orang asli Papua berada. “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan……..”, Wahyu 2:7)