(*Oleh: Petrus Odihaypai Boga

Dr. Pastor Neles Kebadabi Tebay, Pr adalah sosok imam Katolik yang dikenal oleh dunia karena karya profesionalitasnya dalam tugas utama yang diterima dari Allah melalui pembabtisan, yaitu sebagai imam, nabi dan raja. Kita mengenal tentang dia dari suara kenabiaannya dan bukti-bukti perubahan untuk mengubah dunia demi memajukan kedamaian di tanah Papua, Indonesia dan dunia melalui dialog jaringan damai Papua (JDP) dan Pax Chirity Net World (PCNW). Kebadabi adalah sosok vokalis dalam membela kemanusiaan, keadilan dan damai. Dia adalah pendobrak penjara pola pikir manusia Mee dan Papua pada umumnya yang telah lama ranah berpikirnya dipenjarakan secara antropologis dan sosilogis.

Dia pemenang “kemerdekaan” orang Papua secara antropolis, sosiologis, intelektualitas, historis (OAP), dan secara mentalitas serta dari semua sistem hidup yang ada. Kemenangan tersebut adalah suatu makna yang diberikan oleh Kebadabi pada nama “Kebadabi=pembuka jalan (Mee)” untuk kemuliaan Tuhan dan umat-Nya. Kemerdekaan yang telah diraih Kebadabi ini, akan berdambak dan dinikmati semua orang teristimewa mereka yang menerima dan menggunankannya sebagai pemuliah kehidupan bagi dirinya, keluarga, komunitas dan bangsanya. Butir-butir kemerdekaan yang dimaksud adalah nilai-nilai yang diperjuangkan Kebadapi dan esensi sprit yang digunakannya serta konsep berpikir dan prinsip-prinsipnya yang digunakan untuk menjalankan ide-idenya dalam memperjuangkan keadilan dan damai. Niali-nilai, pemikirannya, ide-idenya, prinsip-prinsipnya dan esensi spritnya tersebut, banyak orang akan temukan melalui suatu sikap yang dibangun dengan suatu pradigma memandang sosok Kebadabi sebagai idola, motivator, teladan, dari dan dalam setiap aspek baik dari sisi akademi, soailal-politik, ekonomi dan budaya.

Pastor Kebadabi adalah teladan sejati dan motivator berjasa. Ada banyak motivator namun sedikit saja dari mereka menjadi teladan. Kebadabi menempatkan dua substansi ini secara benar dan bermartabat. Dia menempatkan keteladanannya secara benar karena cara dia untuk memotivasi dan mengajarkan setiap orang, lembaga-lembaga dan dunia untuk menghormati kemanusiaan, menegakkan keadialan dan hidup damai dengan cara-cara yang benar, dipercayai dan diterima semua orang dan kebenarannya dapat diakui dan dibenarkan oleh semua pihak. Biasanya, Kebadabi menyatakan suatu kebenaran secara benar. Dia selalu mempertimbangkan ide sebuah kebenaran sebelum menyampaikan dan melakukan kebenaran tersebut. Ia mengolah idenya melalui refleksi dan diskusi dengan sesama untuk membentuk keutuhan kebenaran pada idenya. Kemudian dia bertindak atau menyampaikan kebenaran itu dengan suatu prosedur dan tata tertip yang berlaku dalam bidang terkait dan menyampaikannya dengan penuh bermartabat dan bertangung jawab demi menjaga esensi nilai kebenaran yang disampaikan dan teladan sejatinya terletak didalam sikap bijak Kebadabi ini. Sikap bijak ini melahirkan berjuta motivasi bagi banyak orang.

Sosok kebadabi menjadi motivator berjasa. Seluruh pengabdiaanya menjadi suatu energi bagi berbagai penjuru dunia. Sosok Kebadabi telah memberi teladan sebagai motivasi natural dari dalam dirinya (nilai-nilai yang terjaga dan dibentuk secara profesional) melalui pengambdiaan dirinya sebagai pelajar atau mahasiswa semasa dia belajar, dan sebagai tokoh intelektual, dari “hutan-Paniai” pegunungan Papua mendobarak berbagai tantangan dan telah mengambil doctoral misiologi di Roma dengan prestasi umlaude. Dia sebagai imam menyuarakan suara kenabiaannya untuk meneruskan misi Kristus tentang damai dan keselamatan sungguh nyata dari wadah pax Chirsty net world dan Jaringan Damai Papua. sosok sebagai tokoh spiritual ia juga pribadi yang rendah hati dan selalu berdoa dan merayakan Ekaristi Kudus di tengah karya pelayanannya. Sosok sebagai sosialis, aktifis kemanusiaan, dia menjadi sebuah pusat “jaringan” yang mencembatangi dalam mengakses suatu proses upaya perjungan kemanusiaan dan damai dari berbagai pihak di berbagai tempat teristimewa diantara pemerintah pusat dan masyarakat Papua di Indonesia, hal ini kita mengenal melalui media masa baik melalui media cetak dan elektronik.

Kebadabi sebagai warga masyarakat, dia adalah pribadi yang benar-benar mencintai nilai-nilai pancasila dan sistem domokrasi di Indonesia. Dia taat dan selalu mencalankan nilai-nilai tersebut dalam setiap karya pelayaannya, bahkan setiap perjuangan kemanusiaan dan kedamaian merupakan upaya dia memujudkan nilai-nilai pancasila dan demokrasi itu sendiri. Singkat kata, Kebadabi memotivasi semua orang, lembaga-lembaga, bangsa dan dunia dengan teladannya. Seluruh karyanya tidak pernah mengorbankan salah satu pihak melainkan mendorong pada keuntungan semua orang untuk hidup damai. Prinsipnya adalah tanggapan menyimpan dari sesama terhadap tujuannya, bukan semata penolakan nilai kemanusiaan dan kedamaian, sebab pastor Kebadabi berjuang bukan mementingkan sepihak saja melainkan memperjuangkan nilai-nilai yang merupakan kebutuhan fundamental bagi semua orang, yaitu hidup damai. Kebadabi motivator berjasa karena setara tindakan nyata dan perkataanya serta bobot orientasi motivasinya benar-benar bermartabat dan sangat dibutuhan semua pihak di berbagai tempat.

Namun demikian saya menyadari akan sosok Dr. Neles Kebadabi Tebay, Pr, kajian di atas merupakan sekelintir dari eksistensi dan totalitas sosok Kebadabi yang sebenarnya dan para pembaca bisa temukan keunikan sosok kebadabi dalam tulisan-tulisan dan kesaksian orang lain. Pada kajian ini saya menjelaskan hanya dua prespektif dari semua keberadaan Kebadabi yang dijelaskan di atas yaitu Kebadabi sebagai Nabi Kristus dan Kebadabi sang jaringan damai.
Penulis merasa diri adalah “anak didiknya” sebagai mahasiswa di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur di Abepura-Papua, selain mengenal melalui media masa saya mengenal Kebadabi selama satu tahun bersamanya secara personal baik dia sebagai ketua STFT dan sebagai pastor. Banyak hal baik yang unik dari dia, namun saya menyebut sosok Dr. Neles Kebadabi Tebay, Pr dengan dua unggapan yang menurut saya menyebut semua karyanya dari presfektif teologi dan Kristologi, yaitu Kebadabi Sang Nabi Kristus yang radikal dan Kebadabi Sang Jaringan Damai.

Kebadabi Sang Jaringan Damai
Saya melihat sosok Dr. Neles Kebadabi Tebay, Pr merupakan “sebuah jaringan damai”. Saya menganalogikan pastor Neles seperti sebuah jaringan yang menjadi pusat energi konektifitas suatu akses dalam proses kerja dunia teknologi. Pastor Neles telah menjadi jaringan damai atau salah satu titik pusat menyalurkan damai kepada semua pihak dan sumber tentang damai. Esensi dari pastor Neles sebagai jaringan damai adalah penyatuan dirinya dengan damai itu sendiri. Dia adalah orang damai. Damai yang dimiliki Kebadabi adalah damai yang ditinggalkan oleh Yesus. Damai yang diwabanya adalah damai yang telah diuji secaca mental, emosional, politik, sosial-budaya, biologis, psikologis, moral dan secara intelektual dan spritul. Damai itu murnih dan dia telah menabur banyak benih dalam berjuta jiwa manusia.

Kebadabi Sang Nabi Kristus yang Radikal
Kebadabi adalah nabi Kristus yang radikal pada zaman modern. Dia mencintai Yesus dengan penyerahan diri secara total dan benar-benar menyatu dengan Kristus. Kebadabi sebagai Misiolog, mengenal misi Kristus secara holistik dan mencintai nilai-nilai yang diwariskan Yesus untuk keselamatan dunia. Kenabiaan Kebadabi sebagai Nabi Kristus, telah menyatakan dalam karya perjungan kemanusiaan, keadilan dan damai. Sekilintir fakta yang membuktikan Kebadabi mengenal misi Kristus secara holistik adalah melalui mimikirinya dengan pelayanan Yesus pada zaman-Nya. Yesus (Mesias) dinantikan jemaat untuk dibebaskan secara politk, namun Yesus memerdekakan umat dari terikat pradigma keliru diantara sesama, mengajarkan kebenaran, keadilan, dan cinta kasih. Yesus melayani sesama dengan tindakan yang nyata. Banyak orang menolak Dia dan ajaran-Nya, karena bertentangan dengan keinginan kekuasaan yang menebal dalam diri mereka, tetapi Yesus terus menegakkan nilai kebenaran, keadilan dan damai.

Yesus mengorbankan diri untuk menyelamatkan manusia dari kuasa maut dan dosa, karena cinta-Nya pada semua orang. Demikian pula cara melayani dan sistem kerja pastor Neles.
Pastor Neles dalam melayani atau memperjuangkan kemanusiaan, keadilan dan damai, dia tidak peduli padangan yang bersifat menyimpan dari suatu kebaikan melainkan punya prinsip yang radikal untuk memperjuangkan niali-nilai hidup yang telah diperjuangkan pula oleh Yesus. Keutamaan bagi pastor Neles adalah melayani masyarakat “rendah” dan memperjuangkan hak-hak hidup mereka merupakan kewajiban seorang nabi Kristus dan untuk melayani Kristus. Keutamaan lain yang sejajar bagi dia adalah membenci sesama manusia adalah membenci Kristus dan melayani sesama adalah melayani Kristus. Kebadabi adalah sahabat bagi semua orang tetapi musuh dari semua tindakan yang melawan kemanusiaan, keadilan dan damai.

Penulis berharap damai yang diperjuangkan pastor Neles ini, diteruskan oleh para pastor yang berkarya di Papua, karena saya melihat pelayanan pastoral yang dibutuhkan umat di tanah Papua adalah memihak pada kebutuhan mereka, yaitu hidup damai. Iman mereka kini dalam penjara trauma dari berbagai konflik di Papua dan uamat sangat membutuhkan sentuhan dan pelukan para imam yang benar-benar mencintai mereka dan hidupnya. Tangisan dan sejuta syair serta unggapan rasa duka dari umat saat kepergian pastor Neles adalah unggapan kehilangan bukan hanya karena seorang imam saja melainkan lebih dari itu adalah wadah umat berlindung telah roboh dan terasa tiada topang untuk meletakan kepalanya.

Para pelajar dan mahasiswa mesti belajar cara belajar dan semangat memberjuangkan dan mengutamakan nilai kebenaran, keadilan, kemanusiaan dan damai dari Pastor Neles. Lembaga-lembaga penting untuk menegakkan prinsip-prisip hidup pastor Neles, bangsa dan Negara mesti menerapkan nilai-nilai yang ditaburkan pastor Neles dan di tengah masyarakat perlu saling menghargai antar sesama, membangun dialog yang membangun situasi harmonis. Lebih dari itu setiap pribadi yang membutuhkan rasa damai secara pribadi atau keluarga dan komunitas bisa meminta doa dari pastor Neles. Akhir kata penulis bersama Mohandas Gandhi, mengunggapkan rasa hormat kepada Dr. Neles Kebadabi Tebai, Pr. atas karyanya “ketika engkau lahir, engkau menagis sendiri dan keluarga bersuka cita, tetapi ketika engkau pergi ke surga engkau sendiri bersuka cita dan dunia (banyak orang) menangis”. Pastor mohon doamu bagi umat yang engkau pernah layani dan jiwamu tetap bekerja dalam mereka yang meneruskan misimu.

Penulis adalah mahasiswa, Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura-Papua.