JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM.  “Suara Kaum Awam Katolik Papua” di Keuskupan Jayapura masih terus mengupayakan penggalangan dana di beberapa paroki, di antaranya; Paroki Gembala Baik Abepura, Paroki Kristus Terang Dunia Waena, dan Paroki Kristus Juruselamat Kota Raja. Dari ketiga Paroki tersebut, “Suara Kaum Awam Katolik Papua” telah menghasilkan Rp. 925.000.00 (Sembilan Ratus Dua Puluh Lima Ribu).

Aksi Seribu Rupiah untuk Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC dilakukan sebagai kerekanan Gereja Universal. Sebab, begitu pelik dan lama penderitaan umat asli Merauke di atas tanah dan alamnya sendiri. “Suara Kaum Awam Katolik Papua” terlepas dan melepas diri dari Hierarki Gereja, karena Gereja dalam hierarkinya telah lalai dalam merespon persoalan Pastoral seperti persoalan PT. Tunas Sawa Erma yang banyak merugikan dan merusak sumber hidup umat setempat. Persoalan ini dirasa dan diyakini penting dan mendesak untuk disuarakan oleh Umat Allah dari Lima Keuskupan di Jayapura. Umat Katolik di Jayapura melakukan penggalangan dana di Jayapura, dengan tujuan menebus persoalan finansial (keuangan) yang diungkapkan Uskup KAMe.

Dari hasil penggalangan, mereka mendapatkan Rp. 242.000.00 (Dua Ratus Empat Puluh Ribu). Selain itu, aksi seribu rupiah dilakukan di Paroki Kristus Terang Dunia Waena pada pukul 09.00 WP, seusai misa ke-II. Aksi digalang oleh sekitar tujuh orang di sekitar Pagar Paroki. Hasil dari penggalangan ini telah berhasil mengumpulkan dana Rp. 470.000.00 (Empat Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah). Kemudian, penggalangan dilakukan di Paroki Kristus Juruselamat Kota Raja pada Pukul 09.00, seusai Misa Ke-II. Dari penggalangan di Paroki ini digalang oleh tiga umat. Sekalipun ada beberapa kendalan dengan perhatian sinis beberapa umat yang belum memahami persoalan MoU (Memorandum Of Understanding) KAMe. Namun, mereka telah mengumpulkan dana sebanyak Rp. 213.000.00 (Dua Ratus Tiga Belas Ribu Rupiah).

Menurut koordinator umum Regio Papua Melpin Waine, Upaya penggalangan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Sebab, aksi seribu rupiah dilakukan dengan tujuan menebus dana MoU yang telah ditandatangani oleh Bapak Uskup Mandagi. Umat Katolik Awam akan terus melakukan usaha-usaha kemanusiaan dan keutuhan alam ciptaan melalui aksi-aksi penggalangan. Sebagai Gereja Katolik Universal, umat akan terus menyuarakan persoalan pastoral di dalam tindakan nyata. Dengan harapan aksi ini mesti menjadi keprihatinan bersama di dalam kehidupan menggereja di tanah Papua, ucapnya.

lebih lanjut Waine pun menyatakan, aksi ini merupakan upaya bersama yang didorong oleh keprihatinan dan bela rasa kemanusiaan di Keuskupan Agung Merauke (KAMe). Aksi ini juga adalah tindak lanjut dari aksi-aksi yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Aksi hari ini dijalankan oleh beberapa Mahasiswa Umat Katolik dari berbagai suku dan budaya di Papua. Perbedaan ini tidak menjadi masalah dalam memacu semangat anak muda dalam upaya misi Allah di dunia. Hal yang serupa terungkap dalam Ensiklik Paus Yohanes Paulus II terkait Pacem In Terris (Damai Di Dunia).