Pentingnya Orientasi Fakta Dalam Masalah

(*Oleh: Eman Muyapa

Kehidupan manusia didunia selalu divariasi dengan beragam masalah entah masalah yang baik atau buruk. kehidupan tidak selalu mengajarkan yang baik juga tidak seorang pun yang dapat membohong diri atau mambalik fakta bahwa tidak kenal pahit- manisnya hidup.

Kehidupan adalah suatu Anugerah Tuhan yang mulia yang diberikan kepada setiap makhluk hidup dan manusia secara khusus. Manusia diciptakan dengan beragam perilaku dan sikap yang berbeda namun rupa manusia sama dengan ALLAH ,Maha Pencipta segala sesuatu.

Manusia diberi pemikiran untuk membedakan dan menindak apa yang menjadi tanggung jawabnya oleh ALLAH sejak manusia itu dilahirkan melalui rahim Ibunya.

Namun ,Pemikiran kita terkadang bisa membawa kita kedalam hal yang tidak diinginkan sehingga pribadi penulis dan teman-teman yang love to read out teks ini bahwa gunakankanlah pemikiran kita dengan sebagaimana harus yang kami gunakan.Selain itu, manusia kadang balik fakta karena melihat suatu yang dapat membantunya dari seorang pemicu masalah itu.

Maka penting untuk diproteksi diri juga penting orientansi dalam berbagai masalah agar faktual masalah menonjol terhadap setiap orang yang dapat diberi kepercayaan untuk menarik suatu resolusi masalah.banyak hal negatif yang sedang terjadi di belahan bumi ini yaitu seperti ;

1. Bicara Lain, Main Lain

Manusia menunjukan diri dengan berbagai bahasa yang diiasihnya dengan hal baik juga buruk.Orang lain bicara didepan kamu dengan bahasa yang alus dan iklas namun anda tidak harus percaya secara spontan (Orientasi atau Surveilah) asal usul bahasa yang disampaikan itu sebab Tuhan tidak selalu hadirkan hal baik untuk menguji Iman kita .

Pengalaman seseorang tentunya berbeda. Pribadi penulis melalui cermin kehidupan melihat beberapa dari banyak orang kebaikan yang ingin jatuhkan seseorang.namun penting juga sadari diri sebab Tuhan pernah bilang kalau “anda mau jadi lebih harus tanggung berbagai masalah hidup”kutipan yang selalu diberi atau dinasihati oleh Orang tua penulis.

Bicaralah selurus-lurus dengan jalan yang sedang ditempuh dan jangan bicara membalik fakta-fakta kehidupan sebab mata Tuhan selalu aktif bagaikan mentari yang bersinar.

2. Tidak Miliki Kerendahan Hati

Banyak sekali lapisan penghuni dunia yang sombong tetapi ada juga yang rendah hati dan baik. Penulis pribadi tidak dapat menempatkan diri pada kedua titik ini sebab penulis sadar akan segala keburukan dan dosa yang cendurung muncul dalam kehidupan.

Tetapi penulis ingin coba merangkul berbagai nasihat yang pernah melintas ditelinga penulis. Kerendahan hati adalah bukan suatu hal yang seseorang lakukan karena ketidak cakapannya namun karena dia sadar akan kehidupan yang dianugerahkan Tuhan. Selain itu, kerendahan hati adalah dimana orang memiliki suatu kesadaran untuk membantu terhadap sesamanya yang hidup dilingkaran yang sama.

Banyak dari setiap orang ada yang sudah milikinya tetapi juga ada yang tidak milikinya sebab fakta dunia telah membuktikan bahwa kehidupan tidak selalu yang terbaik. Maka jalanilah hidup apa adanya dengan penuh rendah hati pasti Tuhan memberkati selalu dalam setiap langkah kehidupan.

3. Tidak Maknai Hidup Dengan Realita

Manusia diberi pemikiran yang sehat dan baik namun tidak sering memaknai hidup dengan benar, pribadi penulis bisa mencontohkan dalam bagian ini, penulis terkadang terpikir hal negatif sehingga Ide-ide yang kurang baik dapat menjadi koleksi dipemikiran penulis. Selain itu, penulis kadang lupa untuk antisipasi suatu masalah dengan berbagai angan yang positif sehingga menjadi suatu hal yang membawa kedalam dunia yang tidak diinginkan.

Boleh juga dikatan anak remaja jaman now diwilayah mepagoo hampir 0,05 % tidak sedang memaknai kehidupannya dengan baik sebab pengaruh dunia luar sudah hadir ditengah-tengah kehidupannya. Budaya paniai tidak lagi muncul dikalangan remaja yang punya jati dirinya yang benar.

Maknai hidup dengan apa yang diindikasikasi oleh Firman Tuhan dan Orang tua adalah pegangan perjalan kehidupan setiap manusia yang hidup.

4. Kesimpulan

Kenali diri, bicara jujur, Setia pada garis yang benar dan memaknai kehidupan adalah kewajiban kita bersama maka marilah kita maju .saya punya kekurangan juga punya kelebihan tapi saya tidak punya kelebihan yang kamu miliki dan kekurangan yang kamu miliki adalah mungkin kelebihan saya maka marilah kita sama-sama orisntasikan hidup secara matang dan maju bersama.

Penulis adalah Mahasiswa Papua yang saat ini studi di Amerika