JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM. Hari ini mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam forum Komunitas Jalanan Kristen Papua (Pemerhati masalah agama, sosial dan misi kemanusiaan di Papua) mengunjungi warga yang telah mengalami musibah korban banjir di Keerom dan sekitarnya. Kunjungan tersebut disertai pemberian bantuan kemanusiaan dalam bentuk bama yang kini berlokasi di Swakarsa-Keerom pada (Keerom, 15/02/2021).

Photo Florentinus: Komunitas Jalanan Kristen Papua, saat penyerahan bantuan oleh Ketua Koordinator bersama rekannya secara simbolis kepada ketua Posko umum di Swakarsa-Keerom, (Senin, 15/02/2021)

Kunjungan kasih ini disambut baik oleh ketua umum posko induk Klasis Swakarsa Pdt. Lamber Sarwona, S.Th. Menurutnya, bantuan kemanusiaan berupa aksi sosial sangat kami butuhkan. Terutama warga masyarakat yang saat ini sedang mengalami korban musiba alam (Banjir). Dengan melihat dan mengalami ketidaksahabatan alam saat ini kepada manusia khususnya di Keerom maupun dimana saja, kita sebagai mahkluk sosial sangat mengharapkan bantuan dalam bentuk peduli kemanusiaan oleh pihak mana pun. Karena itu bantuan apa pun bentuknya, sangat berarti bagi kami yang membutuhkan, ungkapnya.

Kunjungan kasih yang dilakukan merupakan bentuk ungkapan kepedulian mahasiswa/wi terhadap sesama manusia yang sangat membutuhkan uluran kasih kita karena dilanda berbagai bentuk musiba termasuk bencana alam. Hal ini dikatakan langsung oleh Erik Aliknoe selaku ketua Komunitas Jalanan Kristen Papua usai memberikan bantuan bama secara simbolis.
Lebih lanjut, Aliknoe selaku koordinator umum menyampaikan ucapan Syukur dan terima kasih kepada semua teman-teman yang dengan caranya sendiri mengambil bagian hingga misi kemanusiaan yang direncanakan berjalan lancar, tuturnya.

Pemberian bantuan kemanusiaan ini sudah dipersiapkan selama tiga hari dengan melakukan aksi penggalangan dana, pembelanjaan bama hingga hari ini diantarkan langsung oleh belasan mahasiswa/wi yang tergabung dalam anggota Komunitas Jalanan Kristen Papua yang sementara ini berpusat di Kampus STFT GKI Kijne-Abepura-Papua.

Reporter: Erick Bitdana