JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM. Sebagaibentuk solidaritas dan keprihatinan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kesepahaman yang dilakukan pihak Keuskupan Merauke dengan PT.Tunas Sawa Erma.

Aksi Mingguan rutin dilakukan kelompok yang tergabung dalam solidaritas Satu Suara Kaum Awam Katolik Papua (pemerhati masalah agama,sosial dan budaya serta lingkungan hidup di Papua). Aksi pada Minggu, 14 Februari 2021 di dua gereja. Gereja Gembala Baik Abepura dan Gereja Kristus Terang Dunia, Waena.

Menurut koordinator aksi regio Papua, Melvin Waine, aksi tersebut sudah dilakukan hampir satu bulan dan rutin dilakukan. Aksi kali ini bertepatan dengan hari yang diyakini sebagian orang sebagai hari kasih sayang=Valentine Day (14 Februari). Penggalangan dana ini merupakan bentuk tanggungjawab moral terhadap masyarakat adat dan hak ulayatnya dengan membantu Uskup Keuskupan Merauke supaya mengemabalikan uang Perusahan Sawit PT. Tunas Sawa Erma yang telah melakukan kesepakatan kontrak melalui Memorandum of Understanding (MoU) pada 5 Januari 2021.

Foto: Alfonsa Wayap, Aksi di depan Gereja Katolik Gembala Baik Abepura (14/02/2021)

“Jika hari ini yang lain membagikan kado di momen Valentine Day. Kami melakukan aksi sukarela. Sebagai bentuk tanggungjawab moral kami terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di sekitar kita di Tanah Papua. Seperti di Keuskupan Merauke belum lama ini.”
Dari pantauan koodinator lapangan di Gereja Gembala Baik Abepura, Yulianus Magai kepada Media menjelaskan, sesaat setelah berdiri dengan menunjukan foto dan selebaran kepada umat yang keluar dari gereja. Diduga beberapa aparat sempat terlihat di lokasi gerbang gereja.
“Saya dan kawan saya sempat hampir berhenti untuk melakukan aski, karena merasa terganggu. Tapi, kami sadar, kami memiliki ijin dari pihan gereja. Demi kemanusiaan, kami tetap berdiri. Partisipasi umat cukup membantu,”kata Magai.

Dikatakan Magai, penggalangan dana yang dilakukan, disadari bukan merupakan aksi anarkis dan berbau isu politik. Sekalilagi ditegaskan, ini adalah murni rasa solidaritas sesama awam (Domba) terhadap masyarakat adat di Keuskupan Agung Merauke (KAMe).
“Hasil sumbangan sukarela yang diperoleh hari ini,Rp. 377.000,00 (Tiga ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) di Gembala Baik. Kami ucapkan terima kasih kepada yang telah berbagi amalnya.”

Sementara itu, Melvin yang mengkoordinir di Gereja Kristus Terang Dunia, Waena melaporkan terkait hasil dari para penyumbang sebesar Rp 372.000,00 (Tiga ratus tujuh puluh dua ribu rupiah).[*] Alfonsa Wayap