JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM. Demi misi kemanusiaan, Komunitas mahasiswa yang terdiri dari gabungan pelajar mahasiswa Filsafat Teologi Izack Samuel Keijne dan STFT Fajar Timur, beserta gabungan dari beberapa mahaiswa dari univeritas yang ada di kota study-Jayapura berinisiatif melakukan aksi galang dana guna membantu meringankan beban bagi umat Allah Yang sampai saat ini masih membutuhkan uluran kasih dari semua pihak. Terlebih khusus mereka yang mengalami bencana alam Banjir di Kabupaten Keerom dan sekitarnya. Berdasar pada Surat Perizinan kepolisian Intel Kom Polsek Abepura, aksi galang dana tersebut dilangsungkan di dua titiik pusat. Pusat pertama bertempat di Lingkaran Abepura dan sekitarnya dan titik pusat kedua di Lampu Merah Expo Waena pada (Sabtu, 13/02/2021) Waktu Papua.

Photo istimewa/Tsolme: Anggota Komunitas Jalanan Kristen Papua, usai photo bersama di Aula STFT GKI Keijne Abepura-Jayapura (Sabtu, 13/02/2021)

Terbentuknya forum “Komunitas Jalanan Kristen Papua” (KJKP) yang dibentuk atas inisiatif mahasiswa pada tanggal 07 Februari lalu, dengan gabungan perkumpulan mahasiswa/wi dari beberapa denominasi gereja di tingkat mahasiswa, dibawa pimpinan yang diketuai langsung oleh Saudara Erik Aliknoe, kini melakukan aksi pertama melalui galang dana guna membantu meringankan beban bagi umat Allah yang mengalami musiba bencana alam (Banjir) di Kabupaten Keerom-Arso dan sekitarnya.

Bentuk ungkapan kepeduliaan yang berdasar pada misi keselamatan dengan meneladani semangat Pelayanan Yesus Kristus, Mahasiswa-Mahasiswi Kristen Papua yang dibawah bimbingan Roh Kudus, melakukan aksi peduli kasih sebagai bentuk pelayanan Yesus Kristus yang situasional dengan mengambil tema “Peduli Kasih Bencana Banjir di Keerom”.

Berdasar pada tema Peduli Kasih Bencana Banjir di Keerom, Aksi galang dana tersebut berhasil memperoleh jumlah dengan nominal Rp 9.43,000,00 (Sembilan Juta empat puluh tiga ribu rupiah). Nominal ini akan disumbangkan dalam bentuk barang berupa sembako guna menunjang kebutuhan pokok warga yang tertimpa musiba di Keerom.

Hal ini dikatakan langsung oleh Erik Aliknoe, selaku ketua atau koordinator umum forum Komunitas Jalanan Kristen Papua. Dalam wawancaranya, Aliknoe mengatakan “Kami yang tergabung sebagai komunitas yang terbentuk dari mahasiswa melihat bencana banjir yang melanda warga Arso dan sekitarnya merupakan tanggungjawab kita semua. Dengan melihat maraknya bencana yang menimpa siapa pun dan kapan pun merupakan tindakan alamiah yang tidak bersahabat dengan manusia. karena itu kehadiran kita sebagai makhluk sosial sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Siapa pun dia tanpa melihat latarbelakang apa pun, kepeduliaan adalah tindakan muliah yang menyelamatkan dengan memberi apa yang kita miliki. Karena itu tujuan dari pada penggalangan dana ini merupakan salah satu cara guna menyalurkan sukacita sebagai misi kemanusiaan. Menurutnya, hasil penggalangan dana ini akan disumbangkan dalam bentuk bama pada hari Senin tanggal 15 kedepan, pungkasnya.

Alikone pun mengaharapkan, semoga misi kita ini diberkati Tuhan agar kedepan teman-teman mahasiswa Kristen atau siapa saja dari pakultas mana saja di lingkungan kota Jayapura juga bisa bergabung. Karena misi yang hendak dibangun dalam wadah ini adalah demi mewujudkan persatuan dan kesatuan, yaitu bersatu dalam Kristus dengan langkah-langkah kecil yang menunjang misi kemanusiaan. Karena itu kita ingin menjangkau lebih luas, tuturnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Sekretaris Komunitas Jalanan Kristen Papua Sdr. Agus Ardiansyah, bahwa “Memang kita akui bahwa banyak orang yang selalu berbicara tentang kasih dan kemanusiaan tetapi bentuk bukti nyata dari hal kecil dengan melihat bencana, orang miskin maupun hal-hal yang menyangkut dengan sosial kita harus mengasihi satu sama lain. Bukan bentuk uang atau moril saja yang menjadi prioritas tetapi dalam bentuk makan atau minum itu sangat berarti bagi kemanusiaan.

Ardiansyah pun menambahkan, agar teman-teman yang memiliki misi yang sama untuk kemanusiaan, siapa saja boleh bergabung. Agar berbicara tentang kasih dan misi kemanusiaan bisa sama-sama bersuara dan dialnjutkan dalam tindakan nyata demi keselamatan manusia, tegasnya.

Aksi ini diakhiri dengan ucapan syukur dan terima kasih kepada seluruh penyalur berkat yang sudah memberi dari apa yang mereka miliki. Dengan nada berkat, semoga mereka yang memberi demi kemanusiaan diberkati Tuhan dan diberikan rahmat dalam usaha dan kelangsungan hidupnya (*).

Reporter: Erick Bitdana