JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM. Tindak lanjut dari aksi” sebelum dan tidak terlepas dari masalah utama, persetujuan melalui MoU Antara Mgr.  Petrus C. Mandagi, MSC dan PT. Tunas Sawa Erma pada 5 Januari 2021. Sepertihalnya kami yang terpanggil dalam Satu Suara Kaum Awam Katolik Papua, yang notabenenya pemerhati persoalan Ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan hidup dan agama di papua. Sebagai perwujudan rasa kepedulian terhadap persoalan yang berangkat dari rasa kecemasan, kesakitan dan duka dari masyarakat papua akibat beberapa persoalan. Kami melakukan aksi sumbangan sukarela untuk mengembalikan uang perusahan.

Setelah kami melakukan beberapa aksi pada beberapa hari lalu, aksi sumbangan sukarela pada 31 Januari minggu laludan aksi sumbangan suka rela pada 5 Februari dihadapan Mgr. Leolabaladjar, OFM, bertepatan dengan hari injil masuk di Tanah Papua.
Dan kini tepat pada hari ini Minggu, 7 Februari 2021 kami melakukan aksi sumbangan suka rela di beberapa paroki berupa kotak sumbangan, amplop dan selebaran serta pamflet bertuliskan BANTU USKUP MANDAGI KEMBALIKAN UANG PERUSAHAN, SERUBU RUPIAH UNTUK USKUP MANDAGI DAN PT. TUNAS SAWA ERMA dan lainnya. Serta pamflet bergambar masyarakat adat di Boven Digul sedang memegang pamflet, bertulistkan KAMI MAKAN SAGU BUKAN MAKAN SAWIT, KAMI HIDUP DARI AIR BUKAN DARI MINYAK SAWIT dan lainnya.

Secara teknis dikordinir langsung oleh kordinator tertentu di setiap paroki dibawah pimpinan koordinator umum Suara Kaum Awam Katolik Papua. Diantaranya, Paroki Gembala Baik Abepura, Kristus Terang dunia Waena serta Paroki Juru Selamat Kota Raja setelah selesai misa. Walau dalam proses melakukan aksi sumbangan sukarela tidak terlepas beberapa tantangan.
Walaupun dengan begitu paroki gembala baik melakukan aksi sumbangan sukarela tanpa halangan. Dari hasil aksi sumbangan sukarela di gembala baik, perolehan dari aksi sumbangan sukarela sebanyak Rp. 159.000,00.

Berbeda dengan dengan gembala baik. Aksi di gereja katolik Paroki Kristus Juru Selamat Kota Raja, Abepura Jayapura mengalami halangan dari pihak pastoral setempat. Saat aksi kami bru dimulai setelah selesai misa, kedatangan seorang anggota pastoral di tempat aksi kami di samping pintu masuk gereja. Namun, kami tetap memgang pamflet dan kotak sumbangan sambil membagikan selebaran dan amplop sembari umat menyumbangkan uang. Kedatangan seorang anggota pastoral dengan sontak sehingga tejadilah percakapan seperti ini
AnggotaPastoral: “sabar-sabar, kalian ijin pastor dulu”
Saya: “kami sudah kasih masuk surat ijin di pastoran kemarin”
Anggota Pastoral: “iya, kalian sdh kasih masuk surat tapi belum di ijinkan”
Saya: “aksi kami bukan aksi anarkis atau berbaur politik, bapa bisa mengerti disisi ini”
Anggota pastoral: “iya, tapi ijin pastor dulu kalau tidak ,tidak bisa”
Setelahnya saya langsung ke pastoran, namun pastor belum ada. Sekembalinya seorang anggota pastoral menanyakan restu pastor, namun saya langsung memegang amplop beserta selebaran dan membagikannya sebab, aksi kami bukan aksi anrkis dan tidak mengandung unsur politik. akan tetapi aksi kami murni kemanusiaan dan bermartabat. Setelah berapa lama kemudian anggota pastoral tersebut bergegas pergi. Aksi kami berlangsung hingga selesai. Sekalipun sempat pastor setempat melewati tempat aksi kami sebanyak dua kali setelah panggota pastoral pergi. Dari hasilsumbangan suka rela di paroki kota raja kami memperoleh sebanyak Rp. 421.000,00.
Tidak jauh beda dengan Aksi di gereja katolik kotaraj, gereja Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena juga mengalami hal serupa. Kordinator di gereja setempat sementara mengatur pelengakapan aksi di halaman gereja waena untuk melakukan aksi sumbangan suka rela, kedatangan seorang Ketua Orang Muda Katolik (OMK) gereja setempat. Sempat ketua OMK tersebut memberhentikan aksi. Namun, kordinator tersebut beserta beberapa anggota tetap melakukan aksi sambil membagi amplop dan selebaran. Sementara ketua Omk tetap beridir di tempat aksi terjadilah percakapan seperti ini:
Ketua OMK: “Ada surat atau tidak”?
Kordinator: “kalau surat saya tidak tau karena kemarin kk kordinator yang bawa jadi”
Ketua OMK: “kalian lebih baik menghentikan saja aksi kalian”
Sementara itu kedatangan seorang anggota OMK berkata secara sontak,”kalian punya surat pastor tidak ijinkan”. Sementara mereka mengelilingi kotak sumbangan dan menutupi umat yang hendak menyumbang. Beberapa menit kemudian kedatangan pastor paroki setempat. “kalian bubar” kata pastor dengan tegas. Sehingga kordinator beserta anggota di paroki tersebut menyimpan, sekalipun memperoleh hasil sumbangan denga berjumlah Rp. 28.000,00. Sehingga secara keseluruhan dari hasil aksi hari ini Minggu, 7 Februari 2021 kami memperoleh Rp. 608.000,00.

Sumber: Melvin Waine
(Kordinator Regio Papua)