JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR.COM.  Papua Hope Language Institute (PHLI) dan Corban University students meluangkan waktu di weekend sebagai malam Movie di Hill rest Internasional School (HIS) pada Sabtu (6/2/202) .

“Sebelumnya, PHLI stdudents dan beberapa students of Papua who study in Corban University telah membuat tiga peraturan utama yang mana akan dijalani selama semester ini.ketiga peraturan ini adalah Volunteer, Student Led dan Resident Assistance (RA) Coach.

Kegiatan Movie Night (Malam Movie ) itu adalah salah satu dari ketiga peraturan tepatnya Student Led selain itu Volunteer juga berlaku dalam hal ini sebab beberapa dari siswa /I PHLI dan Corban University telah lakukan kegiatan lain seperti kerjakan tugas-tugasnya (tidak harus join jika tidak mau).

Jessy dan Atin merupakan dua student perempuan yang sedang mengenyam pendidikan di Corban University Oregan ,Negara bagian Amerika Serikat. Dalam kesempatan ini mereka mengorganisir kegiatan Movie Night ini.

“Welcome to our movie night, before we watching the movies , We want to Kak Daniel to open us in prayer. “Kata Jessy dan Atin.

Seusai Daniel membuka dengan doa, Atin mengatakan akan ada dua film yang kami akan nonton. Namun, mengingat waktu bagi student Boys yang akan pulang ke dorm sehingga dipersingkat tonton satu film saja.

Merry Ripka Kadepa mengatakan dirinya percaya Tuhan sebab Dia punya rencana yang paling indah. Selain itu, Kadepa juga menambahkan jangan pernah takut menyangkal Tuhan sebagai Bapa sekalipun orang banyak tidak setuju dengan kita. “Jelasnya ketika dikonfirmasi.

Lanjutnya, saya dapat suatu pessage dari film ini adalah “God is good all the time” sehingga saya rasa sangat antusias tetap percaya dan yakin bahwa Tuhan salalu ada disamping kehidupan yang dijalani ini.

Sementara itu, Alfius Kallem dalam film itu dirinya melihat banyak orang menantang seorang yang menyatakan God is live , karena mereka mengklaim bahwa God’s died.

“Iblis kadang jadi sekop supaya kita marah terhadap orang yang membenci kita.Dimana dalam hal ini Iblis jadi pihak pengantar kejahatan agar kita dan orang yang membenci kita jatuh kedalam dunianya sehingga kita harus hati-hati dalam hidup ini” Jelas Kallem.

Lanjutnya, Kadang saya tidak terlalu peduli dengan orang yang membenci saya karena saya tahu bahwa itu Iblis yang sedang mainkan. ” Ujarnya Kepada Suara Fajar.

Film itu memiliki titel “God’s Died” dimana dalam performancesnya telah mengupas luas tentang apakah Tuhan masih hidup ? Atau apakah Tuhan sudah mati? Meskipun topik utama filmnya mengatakan “God’s died” tetapi konklusinya terbalik “God is live “.

Reporter :Eman

Editor:Erick Bitdana