PANGGILANKU

Tenang agar mendengar, berhenti untuk dapat melihat petunjuk.
Ada tangan yang sedang melambai memanggilku.
Ada suara yang berseru-seru
Tolonglah aku………
Nama siapa yang disebut, dimana jauh terpencil?
Kenapa namaku disebut? Kenapa harus aku? Situasinya gelap tak tak bertunjuk semit jalan-Nya
Serasa tak mungkin di lalui keegoisan
Aku pun mengeram, harus kah aku letakan semuanya
Aku sakit kenapa harus rendah hati dan percaya
Aku berhenti, mendengar melepaskan ego dan ambisi
Nama-Ku disebut aku membisuh marah dan bertanya kenapa harus aku?
Apa yang ku punya
Perlahan-lahan aku melihat gengamanku
Tak banyak yang aku punya kenapa harus aku membagi yang sedikit dari padaku
Tolonglah aku bantulah aku
Sura itu terus-menerus menghantui telingaku, rasa sesatku lahir tanpa pendengaran
Aku tak mendengar suara mereka yang kecil itu, aku menyeramkan berhentikan langakh untuk melihat lesuh kotor
Aku terdiam menengadah dan bertanya pada Dia
Tuhan hamba-Mu bodoh dan tak mengerti
Dia pun diam tak memberikan halilintar
Aku berserah menjawab…… aku siap!
Perlahan-lahan tirai gelap itu terangkat dan disitu pun aku tersadar dengan panggilan suar yang ku dengar
Akhirnya aku berlangkah maju untuk mengikuti panggilan Dia yang memanggilku
Walaupun banyak tantangan yang selalu menghampiriku
Namun aku akan tetap pada posisi-Nya sampai akhir hidupku…

Terima kasih sobat………………

Karya: Sr. Gordiana, PRR

Publisher: Fr. Erick Bitdana