JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR. COM. Tahun baru adalah momen yang tepat untuk saling memaafkan. Banyak pengalaman hidup yang kian mengiringi perjalanan kita selama tahun 2020. pengalaman yang baik maupun buruk, yang menyenangkan maupun menyusahkan telah menjadi bagian dari proses perjalanan hidup kita hingga di akhir tahun ini. Tanpa kita sadari beberapa saat lagi kita akan menyambut tahun yang baru 2021. Semua pengalaman telah kita rasakan dan mengetauhi hal baik dari yang jahat.
Semua itu kita syukuri dan serahkan kekurangan dan kelemahan kita serta mohon penyertaan Tuhan melalui misa syukur ini.

Perayaan Ekaristi Kudus tutup tahun ini dipimpin langsung oleh RD. Barnabas Daryana, Pr selaku Pastor Paroki Gembala Baik Abepura. Pastor Barnabas melalui Firman Allah dalam khotbahnya menyapa Umat Paroki Gembala Baik Abepura dengan nada pesan ” Berjaga-jagalah sebab banyak nabi palsu yang akan tampil atas nama Allah. Itulah sebabnya, kuatkan hati dan imanmu dan berpegang teguhlah kepada Kristus sebagai Pencipta, Penyelamat dan Pembaharu hidup kita umat Kristiani. Dialah satu-satunya jaminan hidup dan keselamatan kita disini dan kelak, Dialah Allah IMANUEL yang baru saja kita rayakan melalui kelahiran-Nya. Kristus sebagai terang menerangi jalan hidup kita di tahun yang baru, Kristus juga menerangi hati dan batin kita untuk dengan rendah hati saling memaafkan, agar kasih Tuhan Yesus selalu Beserta Kita. Hal ini ditegaskan Pastor Barnabas¬† dalam misa tutup tahun yang dihadiri Umat Paroki Gembala Baik Abepura pada (Kamis, 31/12/2020) pukul 16:30 s/d 17:30, Waktu Papua.

Lebih lanjut, Pastor Bas (dalam sapaan akrabnya) menyapa dan memohon maaf apabila dalam pelayanannya kurang berkenan di hati umat sekalian. Dengan harapan, di tahun yang baru kita semua berjalan bersama dengan mengandalkan kekuatan iman akan Kristus.
Pastor Bas selaku Pastor Paroki Gembala Baik Abepura juga mengajak umat sekalian untuk saling memaafkan diantara keluarga, sahabat, kenalan dan siapa saja yang kita jumpai, di lingkungan keluarga, lingkungan komunitas Basis dan dimana saja, tuturnya.

Reporter: Erick Bitdana