JAYAPURA-SUARA FAJAR TIMUR. COM. Umat Kristen diseluruh dunia sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Sang Imanuel Allah Beserta Kita. Sebagai bentuk realisasi iman, dikalangan pelajar dan mahasiswa SIMAPITOWA melakukan ibadah natal bersama di terjun Nafri pada Sabtu ( 19/12/2020)

Ibadah Natal bersama ini dengan mengusung Thema: Mereka Menamakannya Imanuel “Allah Beserta Kita (Mat 1: 23).
Ibadah Natal bersama tersebut dipimpin langsung oleh salah satu calon katekis Mahasiswa Sekolah Tingg Pastoral i Kateketis Jayapura saudara Yakobus Kayame.

Kayame dalam renunganya, mengajak teman-teman se-angkatan untuk merenungkan tentang arti dan makna Imanuel bagi hidup kita saat ini. Sebab Putra Natal telah lahir dalam diri kita dan kita diajak untuk menamai Sang Putra Natal yang lahir. Karena dibalik arti namanya, sangat memberikan arti yang mendalam agar kita sebagai umat beriman tetapi percaya dan juga kita membesarkan putra Natal dalam diri kita dengan rendah hati melalui tugas studi dan kehidupan sehari-hari kita dimana pun kita berada.

Dan kesempatan hari ini menjadi moment yang baik untuk kembali merenungkan dan memuliakan nama Tuhan dengan iman kita, dan dimana berkumpul satu atau dua orang untuk memuliakan nama Tuhan, maka orang-orang tersebut diberkati oleh Allah yang menciptakan langit dan bumi.

Dalm Kesempatan tersebut juga selaku ketua angkatan, Yulianus Wakei mengatakan hari ini anak manusia yang menyelamatkan umat manusia telah lahir ditengah kita, maka saya sangat mengapresiasi kepada teman-teman semua atas kerja sama, kekompakan untuk menjemput atas kelahiran juru selamat Anak Manusia dalam pribadi kita, ujarnya.

Lebih lanjut, Wakei mengajak teman-temannya untuk merenungkan makna Natal ditengah situasi hidup sosial. “kita merayakan natal dalam ancaman yang sangat berat baik itu ancaman covid -19 dan masalah sosial hingga transformasi udara maupun laut tidak buka di Papua, maka kita sebagai umat kristiani walaupun kesibukan atau ancaman apapun ucapan syukur atas kelahiran Juruselamat umat manusia harus dilakukan, ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, saudara Epit Magai menambahkan, “sebenarnya kami belum siap untuk melakukan ibadah natal bersama di tempat ini, tetapi dengan inisiatif iman kami, kami bergerak cepat mengumpulkan seribuh dua ribuh diantara kami hingga kami bisa melakukan ibadah natal bersama seangkatan, sambil bersyukur.
Dengan adanya Natal bersama ini, diantara kita sebagai satu angkatan penting untuk saling menjaga persahabatan diantara kita, dalam kehidupan nyata ini, agar suatu saat kenangan ini menjadi bahan diskusi bersama keluarga kelak.
Lebih lanjut, Magai juga menyesalkan karena sebagian dari teman-teman sudah pergi lebih dulu ke Nabire dan Dogiyai. Semoga doa-doa dan harapan baik kita bisa menjadi berkat bagi temen-temen untuk merayakan Natal bersama keluarga di kampung halaman, ungkapnya.

Editor: Erick Bitdana