TANGISAN NEMANGKAWI

Demi Kekuasaan dan kenikmatannya Manusi menjadi buruannya sampai tuan tanah pun dikejar

Nemangkawi dengan tangisannya
Membara dalam genggaman ABRI
Tindakan kemanusiaan dan nasibnya
Hilang dibawah tekanan pencuri

Setengah abad terapkan ilegal
Perusahan yang hadir tak jelas
Terus membuahkan duri skandal
Tuan atas Tanahnya terancam

Nemangkawi hadir sebagai lumbung dunia
Namun manusianya terus terabaikan
Manusia Amungme dan Kamoro
Terus dipermainkan atas kekayaan alamnya

Hidup ketergantungan pada alam
Menjadi sesak karena disiram racun tailing
Karena kepentingan lumbung emas
Nemangkawi dan tuan atas Tanahnya
Dipermainkan.

Seakan manusia dan Alam Nemangkawi
Dikupas perlahan siang dan malam
Kehidupan menjadi terancam sirna
Seakan tangisan Nemangkawi dan manusianya
Ditekan dan dipermainkan gelapnya hati manusia.

Nemangkawi dan tangisannya…
Perlukah kita ketahui darahnya?
Tentang sebagaimana durinya
Karena disana terjadi penyiksaan perlahan

Apa dosanya Nemangkawi
Dan tuan atas Tanahnya?
Seakan Pemimpin memeliharanya
Dan  genosida bertumbuh subur
karena perusahan Ilegal Freport

Tangisan Nemangkawi telah berkarat
Dari tanah hingga lingkungannya
Namun manusia dan kepentingan
Hilang dalam gelapnya kenikmatan
Amungme dan Kamoro
hidup dibalik mautnya racun.

Tangisan Nemangkawi dan Kerinduan
Hilang dibekap perlahan dan sirna
Tuan atas Tanah serta alamnya NEMANGKAWI…
Hidup dalam terali kekejaman Lusifer
Ketika kepentingan merajalela
Nasib Kemanusiaan pun dijebak rancangan.

Tangisannya Nemangkawi nyata terasa
Dalam duri kian subur disergap
Keindahan dan putihnya selimut salju
Kian berubah berlandaskan darah.

NEMANGKAWI…

Bukit Yakonde Yerusalem Baru, 2020

Karya: Fransiskus Xaverius Tsolme