SUARA FAJAR TIMUR. COM. KEEROM, Umat Keuskupan Jayapura bergembira ditengah hiruk-pikuk ketidakadilan yang telah lama menimpah. Kegembiraan umat Kesukupan Jayapura dialami umumnya masyarakat Keerom pada Perayaan Syukur atas rahmat Tahbisan ke 7 Diakon yang empat diantaranya Projo dan tiga diantaranya Fransiskanis (Fr.Petrus Hisage, Melyanus Bidana, Yohanes Eko Prastyo dan Rofinus Robby Hodo sementara ketiga rekan lainya adalah saudara Fransiskanis Fr. Daniel Lau, Dominggus Kaki dan Gregorius Atu Wea, OFM) ditahbiskan langsung oleh Uskup Keuskupan Jayapura Mrg. Leo Labaladjar, OFM di Dekenat Keerom Paroki Wlilibrodus Arso kota pada Hari Raya Kristus Raja Alam Semesta (Minggu, 22/11/2020) pukul 15:30-17:30 Waktu Papua.

Usai perayaan tahbisan dilangsungkan, salah satu dari Diakon tertahbis (Diakon Melyanus Bidana) yang adalah putra terbaik Aplim Apom yang hendak mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan dengan menerima Sakramen tahbisan Diakon. Dengan kasih Tuhan ini, umat katolik di statsi Koya Koso  kembali melangsungkan perayaan Ekaristi syukur  yang adalah mayoritas masyarakat Suku Ngalum dan Murob dari Pegunungan Bintang.

Pada kesempatan ini juga, umat Koya Koso mengisahkan awal mula orang Suku Ngalum datang dan menempati wilayah tersebut dan bagaimana mereka merintis dan mendirikan gedung gereja sebagai hasil upaya murni dikala itu.  Jhon Jonga selaku (Pastor Vikaris yang diperbantuhkan di wilayah Koya dan sekitarnya), kembali mengingatkan umat Koya Koso dalam usahanya membangun gedung gereja yang adalah murni atas hasil usaha umat waktu itu. Dan tidak Sia-sia hasil jeripaya anda telah menghasilkan buah yang pada hari ini kita rayakan, bersyukur dan memujih Tuhan. Menurutnya Imam Diosesan adalah imam pribumi yang datang dari umat dan akan kembali kepada umat, hidup mati, suka-duka akan selalu bersama umat. Dan hari ini diakon-diakon yang ditahbisakan juga merupakan anak-anak kamu bukan datang dari luar. Pastor juga mengajak umat Koya Koso untuk mencintai tanah, batu, rumput, hewan dan menjaga seluruh alam semesta sebagai rahmat Tuhan yang maha besar. dengan pesan nasihat, pastor juga mengingatkan orang tua untuk menyumbangkan anak-anak mereka untuk sekolah calon imam agar kedepan karya pelayanan Tuhan di Tanah Papua diwartakan oleh orang-orang Papua sendiri.

Lebih lanjut, Pastor Jhon juga mengharapkan para Diakon tertahbis agar terus ada bersama umat dan terus menyuarakan suara kebenaran ditengah situasi politik sosial yang kian menghancam kehidupan umat Allah di Papua.

Sebagai ucapan syukur atas semua rahmat Tuhan, perayaan ini diakhir dengan makan bersama yang disediakan keluarga secara adat dan sayonara.

 

Reporter dan Publisher: Erick Bitdana