CINTA BUTA

Aku terjatuh melihat engkau,

Di saat engkau berpelik.

Bermandikan Surya pagi timur,

Engkau berhasil membakar hatiku.

 

Pengakuan di ruang pengakuan,

Sebelum hakim memukul meja.

Ijinkan aku berpikir sejenak

Sambil melihat foto Plato.

 

Bapa hakim yang milia,

Adililah kami sebagaimana adil,

Keputusan di meja hiijau,

Mulai sekarang kita putus.

 

Aku adalah makhluk berakhlak,

Kesadaran eksistensiku menjadi solusi.

Empati yang engkau bangun,

Tak tersimpati dengan simpatiku.

 

Asrama Toutopa-Abepura, 03 Oktober 2020

Puisi: Anreas E. Wakey