AIR TERJUN

Hadir di bibir air terjun,
Bumi perkemahan cendrawasih Papua.
Tak terdengar kicauan burung,
Akibat diredam pancuranan air.

Aku pun mulai menerjung,
Di dalam air bersuhu.
Menyelam tanpa meminum air.
Menyelam bukan bertujuan mandi.

Aku hanya berpindah tempat,
Berpikir habitusku di habitatnya.
Namun tak ada mereka
Entah ke mana mereka pergi.

Tiada lagi kisah bersama.
Burung kuning sekuning emas.
Hanya tinggallah satu instrumen,
Mengiringi aku berpikir maju.

Buper, 27 September 2020

Puisi: Oktofianus Petege