YESUS SEBAGAI SUMBER CINTA KASIH DAN JURUSELAMAT

                                                                      Oleh: Fransiskus Tsolme

 

Yesus sebagai Cinta Kasih

Yesus sebagai perutusan dari Allah Bapa di Surga yang dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh Bunda Maria “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus”(Luk.1:31). Demikianlah kabar tentang perutusan Yesus datang ke dunia untuk menggenapi apa yang telah ditulis dalam kitab Yesaya dan Nabi-nabi. Demi menyelamatkan dan mengangkat  dosa umat manusia manusia. Maka dengan kasih setia Allah Bapa kepada umat-Nya yang telah jatuh dalam dosa, Ia telah menurunkan anak-Nya yang tunggal. agar setiap orang yang percaya dan mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat memperoleh keselamatan yang dijanjikan. Yang sudah lama hadir pada 200 tahun yang lalu dan menyelamatkan umat-Nya yaitu buta dapat melihat bisu dapat mendengar, sakit dapat sembuh, dan mati dapat bangkit lagi untuk selamanya yang telah jatuh dinodai dosa.
Kemudian Yesus di percaya dalam umat kristiani baik katholik, protestan Adven, GKI dan gereja-gereja kristiani lainnya yang kepercayaannya kepada Yesus sebagai tokoh utama dalam kehidupan umat kristiani.

Yesus dan Cinta Kasih-Nya

Yesus buah cinta dari Allah Bapa. Cinta kasih Allah kepada umat-Nya yang jatuh dalam dosa yang berat. Cinta kasih itu telah dinyatakan oleh Allah melalui  Maria- bunda gereja, sebagai pilihan Allah. Bunda Maria sebagai bunda perantaraan rahmat dan kasih dari Allah Bapa.  Bunda Maria mengandung tanpa noda dan melahirkan Yesus dari Roh Kudus “Roh Kudus akan turun atasmu” (Luk. 1:34). Bunda Maria  sebagai gambaran kasih Allah yang senantiasa mengasihi kita dan senantiasa menggunakan kita untuk nyalakan terang cinta dan kasih Allah di dunia. Karena itu, Cinta dan kasih adalah anugrah dari Allah Bapa sendiri yang di berihkan kepada umat-Nya yang mengakui dan mengimanin-Nya setiap zaman. Cinta dan kasih adalah perasaan dan kita sampaikan lewat tidakkan nyata kepada sesama secara tulus dari hati. Karena cinta dan kasih itu baik adanya seperti Allah sendiri adalah baik. Perbuatan baik kepada Allah Bapa dinyatakan lewat sesama secara konkrit dan nyata untuk dapat menghasilkan kerhamonisan kehidupan yang baik demi memujih dan memuliahkan Allah sebagai bentuk nyata cinta kasih Allah.

Yesus adalah kasih atau Allah adalah Kasih. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan siapa sebenarnya Allah. Tetapi  Cinta kasih mampu menunjukanya bahwa Yesus adalah kasih yang terwujudnya Cinta Allah kepada umat manusia. Karena itu wujud pelayanan yesus telah dinyatakan dalam seluruh pelayanan-Nya. Yesus memberi dan mengasihi, mencintai dan melayani kepada semua orang. Yesus adalah Maha Kuasa yang  nyata melalui misteri paska, yaitu hidup sebagai manusia, menderita,  wafat dan kebangkitanNya yang jaya pada hari ketiga.

Sang Juru Selamat dari Allah

Maka dipeggang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangun lalu melayani Dia”(Mat.8:15). Kemudian karena dosa kita Ia juga telah menderita sengsara lalu mati di atas kayu salib sekaligus menebus dosa-dosa umat-Nya. “ Banyak kesakitan diderita oleh orang fasik, tetapi orang yang percaya kepada Tuhan, dikelilingi-Nya dengan kasih setia. Bersuka citalah dalam Tuhan dan bersorak-sorailah, hai orang-orang benar. Bersorak-sorailah hai orang jujur bersorak sorailah” (Mzm.32:10-11)[5] .
Yesus telah menyebut diri-Nya sebagai sang juru selamat. Namun dibalik kata ini, sebagian dari kita kadang cuek karena dihimpit oleh satu dan lain hal terutama kekayaan duniawi sifatnya.  Dengan kenikmatan duniawi kita, terlalu jahu kita melangkah dan terlalu jahu kita dari-Nya sehingga kita selalu saja lama untuk berkontak denganNya. Dalam setiap kehidupan kita manusia selalu mementingkan kenikmatan duniawi dan meninggalkan segalah yang hidup entah meninggal kehidupan kita tapi herannya Tuhan tidak perna meninggalkan kita.  Ia selalu dan tetap saja setia mendampingi umat-Nya karena kasih, mengikuti kita dalam setiap suka-duka kehidupan disaat-saat kita mau jatuh tetap Tuhan menyelamatkan, disaat jauh dari Tuhan, Ia tetap memanggil kita  tetapi dalam setiap benak kita berpikir dengan berbagai macam kuasa tipu daya, sampai saja kita melebihi kuasa Tuhan dengan kuasa kegelapan. Yesus sendiri ialah sang Juru Selamat bagi setiap umat-Nya. Maka dari itu kita sebagai anak-anak dan domba-dombanya harusnya kita hadir dan ada bersamanya dan membantunya dalam kehidupan didunia ini agar hidup kita selalu saja ada kenikmatan kuasa-Nya terasa nyata dalam setiap tugas yang kita emban bukan  kuasa Kegelapan menjadi utama.

Kita sebagai anak-anak-Nya tak perna sadar dan pahami baik-baik tentang kasih Allah, kehidupan didunia yang sementara ini telah menguasai kita dan membawah kita kedalaman arus kenikmatan duniawi hingga arah jalan yang kita tempuh menjadih gelap. Akhirnya kita menjadi bingung, putus asa, stres, marah bahkan bunuh diri dengan kemauan kita sendiri. Akhirnya tidak ada jalan lain kalau kita sudah melanggar aturan Tuhan hanya yang ada ialah menuju kebinasaan karena kenikmatan dan kesombongan diri. Tuhan dengan melihat kehidupan kita yang seperti battery yang kehabisan energy sehingga kita jatuh dalam dosa, tetapi saja Tuhan masih mengajak kita “ Marilah kepadaKu, semua yang letih lesuh dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegahan kepadamu” (Mat 11:28)

Dengan demikian, Kasih Allah yang yang nyata dalam Kristus Yesus ditunjukan dalam penghorbanan kasih. KArena itu benar bahwa “Kasih Allah telah dinyatakan kepada kita melalui putra-Nya Yesus. Yesus adalah kasih yang bersumber dari Allah Bapa bersama Yesus dan kasih itu berada ditengah-tengah umat-Nya. Ia hadir menyapa umat-Nya melalui orang-orang pilihan-Nya sebagai nabi, imam dan raja.  Oleh karena itu, kasih Allah ada sejak Yesus diutus oleh Allah ke dunia ini. Dan selalu ada dalam kehidupan umat-Nya yang di kasihi dan dicintai-Nya. Lalu melalui perantaraan putranya Ia telah menghapusa dosa umatNya dengan menderita sengsara dan wafat diatas kayu salib.  Akhirnya belenggu dosa dipatahkan, dengan itu Yesus telah menyebut diri-Nya sebagai Juru Selamat.  Marilah  kita sebagai umat-Nya patut mengikuti-Nya, meneladani, mendengar dan melaksanakan apa yang diperintahkan agar kita memperoleh hidup kekal yang dijanjikan.  Kita pun percaya bahwa kehidupan bersama Yesus tak ada kematian akan iman kita melainkan iman kita hidup dan kita bahagia bersama-Nya didalam sesama manusia. Hidup yang didasari oleh cinta kasih Allah yang telah dinyatakan melalui perantaraan putra-Nya Yesus Juru selamat yaitu Yesus Kristus adalah kehidupan. Hidup tanpa cinta anggap saja hidup di pandang gurun atau ibarat secangkir kopi tanpa gula pasir. Dan hidup yang tidak didasari oleh semangat cinta kasih Kristus adalah kehidupan yang mati, bukan berarti mati secara fisik melainkan mati akan makna dari kehidupan itu sendiri sebagai seorang beriman kristiani di dunia ini.

Mahasiswa Tingkat III
STFT FAJAR TIMUR

Biro Media dan Publikasi

Sumber: Felix Supranto SS.CC, Jangan Risau Tuhan adalah jawaban atas Apa yang anda Butuhkan,  Jakarta: Penerbit Obor, 2013